Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Basel Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

0 27

SATUARAHNEWS- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan Kepulauan Bangka Belitung memperingati hari lingkungan hidup sedunia, dengan melaksanakan aksi gotong royong di empat lokasi.

Kegiatan ini sebagai upaya pemerintah daerah, dalam menjaga lingkungan dan perubahan iklim terutama yang diakibatkan oleh pencemaran lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Selatan, Agung Prasetyo Rahmadi, mengatakan sebanyak 350 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, komunitas, dan masyarakat berhasil mengumpulkan sekitar dua hingga tiga ton sampah. Terutama dalam aksi gotong royong memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026.

“Selain Pantai Kelisut, pembersihan juga dilakukan di Batu Belimbing, Pantai Batu Kapur, dan Batu Kodok. Seluruh peserta dibagi ke sejumlah titik untuk mempercepat proses pembersihan kawasan pesisir,” katanya, Sabtu(06/07/2026)

Menurutnya, sampah yang berhasil dikumpulkan dari empat lokasi tersebut dipilah menjadi dua kategori, yakni sampah organik dan sampah anorganik. Pemilahan dilakukan agar sampah masih memiliki nilai guna dan tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir.

Pasalnya, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema saatnya bekerja untuk iklim. Tema tersebut diangkat karena Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan lingkungan, mulai dari perubahan iklim, penurunan emisi, hingga pencemaran lingkungan.

Faktor yang berkontribusi terhadap persoalan tersebut adalah keberadaan sampah yang tidak dikelola dengan baik. Karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia mencanangkan gerakan kurve atau gotong royong yang dilaksanakan secara serentak di seluruh daerah. Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan pun memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali menggalakkan budaya gotong royong membersihkan lingkungan.

“Ada tiga isu utama yang menjadi perhatian saat ini yaitu perubahan iklim, penurunan emisi, dan polusi atau pencemaran,” ujar Agung Prasetyo Rahmadi.

Ia menambahkan sampah organik yang terkumpul akan diarahkan untuk diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik akan dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi beban sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

“Harapannya sampah organik bisa dijadikan kompos dan sampah anorganik dapat dimanfaatkan ataupun didaur ulang,” harapnya. (RED)

Leave A Reply

Your email address will not be published.