Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Antusias Pemanfaatan Berobat Gratis Di RSUD Kriopanting

0 12

SATUARAHNEWS- – Program berobat gratis melalui Universal Health Coverage (UHC) yang digagas Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung berdampak signifikan terhadap peningkatan layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kriopanting.

Dalam kurun Januari hingga Maret 2026, jumlah kunjungan pasien mengalami lonjakan baik untuk rawat jalan maupun rawat inap. Mayoritas masyarakat memanfaatkan kemudahan akses layanan hanya dengan menggunakan identitas kependudukan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kriopanting, Himawan Setianto, mengungkapkan bahwa program UHC yang diinisiasi Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid dan Debby Vita Dewi, memberikan dampak besar bagi masyarakat. Sebagian besar pasien yang datang memanfaatkan program tersebut untuk mendapatkan layanan kesehatan. Hal ini juga berkaitan erat dengan kepesertaan BPJS Kesehatan yang semakin luas.

“Masyarakat yang memanfaatkan program berobat gratis menggunakan KTP melalui UHC ini sangat banyak, terutama dari BPJS Kesehatan,” ujar dia kamis (9/4/2026).

Himawan Setianto membeberkan dalam triwulan pertama tahun 2026, jumlah pasien yang memanfaatkan pelayanan di RSUD Kriopanting mencapai 2.747 orang. Rinciannya, rawat inap tercatat sebanyak 248 orang. Sementara itu, untuk layanan rawat jalan mencapai 2.499 kunjungan. Angka ini menunjukkan dominasi pelayanan kesehatan di sektor rawat jalan yang lebih tinggi dibandingkan rawat inap.

Hampir seluruh pasien yang datang menggunakan fasilitas UHC dengan program berobat gratis menggunakan KTP. Persentasenya bahkan mencapai sekitar 95 persen dari total kunjungan pasien. Sisanya merupakan pasien umum, terutama dari luar daerah atau yang tidak memiliki kelengkapan administrasi kependudukan.

“Hampir 95 persen rata-rata menggunakan program UHC, kecuali pasien umum dari luar daerah atau yang tidak memiliki KTP Bangka Selatan,” jelas Himawan Setianto.

Dengan tingginya angka pemanfaatan layanan tersebut, pihak rumah sakit memastikan kesiapan dalam memberikan pelayanan optimal. RSUD Kriopanting juga terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar seluruh masyarakat dapat terlayani dengan baik. Terutama bagi warga dari empat kecamatan di wilayah Bangka Selatan, akses kesehatan kini dinilai semakin mudah

Di sisi lain, RSUD Kriopanting juga rutin melaporkan data penyakit yang ditangani kepada Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Data tersebut menjadi indikator penting dalam memetakan kondisi kesehatan masyarakat setempat. Setiap bulan, laporan ini digunakan sebagai bahan evaluasi layanan kesehatan.

Sepuluh penyakit terbanyak yang ditangani tersebut meliputi dispepsia atau gangguan pencernaan (maag) sebanyak 5 kasus, demam berdarah dengue (DBD) empat kasus, serta radang lambung dan usus (gastroenteritis dan kolitis) empat kasus. Selain itu, diabetes melitus tanpa komplikasi tercatat tiga kasus dan diabetes melitus dengan komplikasi saraf satu kasus. Penyakit lainnya yakni penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dua kasus, vertigo jinak dua kasus, asma dua kasus, sembelit satu kasus, serta tirotoksikosis satu kasus, sehingga total keseluruhan mencapai 25 kasus.

“Memang ada 10 penyakit terbanyak yang kami tangani dan rutin kami laporkan setiap bulan,” sebutnya.

Dengan tingginya angka kunjungan dan dominasi penggunaan UHC, Himawan Setianto memastikan akan terus meningkatkan mutu pelayanan. Dukungan pemerintah daerah melalui program kesehatan dinilai menjadi faktor utama dalam memperluas akses layanan bagi masyarakat. Rumah sakit ini pun diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di Bangka Selatan. (Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.