Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Asep Kehilangan Tangan Kiri Usai Kecelakaan, Kini Berjuang Demi Keluarga

0 17

 

SUNGAILIAT – Hidup Asep (54) berubah drastis dalam hitungan detik. Pria asal Lampung yang bekerja di Kabupaten Bangka itu harus menerima kenyataan pahit setelah tangan kirinya diamputasi akibat kecelakaan yang terjadi pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Peristiwa tersebut terjadi di Gang Tanah Kuning, Kelurahan Kudai, Kecamatan Sungailiat. Saat itu, Asep sedang memperbaiki roll kabel di lokasi pekerjaan. Di waktu yang bersamaan, sebuah mobil Toyota Hilux single kabin yang mengangkut muatan batu cor berusaha memperbaiki posisi kendaraan yang berada dalam kondisi miring.

Namun nahas, ketika kendaraan hendak digerakkan untuk meluruskan posisi, mobil yang dikemudikan Riski itu tiba-tiba berbelok ke arah kanan dan menabrak Asep. Kendaraan kemudian menghantam pohon dan berhenti, sementara tubuh Asep terjepit di antara mobil dan lokasi kejadian.

Rekan-rekan di lokasi segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Depati Bahrin Sungailiat. Meski telah mendapatkan penanganan medis, luka parah yang diderita di bagian tangan kiri membuat tim dokter terpaksa melakukan amputasi demi menyelamatkan nyawanya.

Sejak saat itu, kehidupan Asep tidak lagi sama. Tangan kiri yang selama puluhan tahun menjadi penopang aktivitas dan pekerjaannya kini telah tiada. Kondisi tersebut membuatnya harus belajar kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan segala keterbatasan.

Di tengah masa pemulihan, Asep mengaku masih sulit menerima kenyataan yang menimpanya. Namun yang paling membebani pikirannya bukan hanya kondisi fisik, melainkan masa depan istri dan anak-anak yang selama ini bergantung pada penghasilannya.

Dengan suara lirih, Asep berharap ada uluran tangan dari berbagai pihak yang dapat membantu dirinya melewati masa-masa sulit tersebut. Ia mengaku berasal dari keluarga sederhana dan kini menghadapi tantangan besar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari setelah kehilangan kemampuan bekerja seperti sebelumnya.

“Saya berharap ada bantuan, khususnya pemerintah agar bisa membantu pengobatan dan kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkap Asep.

Ia juga memohon perhatian bagi keberlangsungan hidup keluarganya yang kini ikut terdampak akibat musibah tersebut.

“Saya orang tidak berpunya. Tolonglah saya dibantu demi masa depan anak dan istri saya,” katanya.

Saat ini, Asep masih menjalani pemulihan pascaoperasi sambil berusaha beradaptasi dengan kondisi fisiknya. Di balik luka yang belum sepenuhnya sembuh, tersimpan harapan agar dirinya dapat kembali bangkit dan menjalani hidup dengan lebih baik.

Bagi Asep, bantuan yang datang bukan hanya soal biaya pengobatan. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi harapan untuk menjaga keberlangsungan hidup keluarganya setelah musibah yang merenggut salah satu anggota tubuhnya dan mengubah jalan hidupnya untuk selamanya.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.