Pangkalpinang, – Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Mufakhom, melaksanakan buka puasa Senin-Kamis bersama warga binaan yang mengikuti pembinaan keagamaan sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan kepribadian dan mental spiritual di Lapas Narkotika Pangkalpinang.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi momentum untuk membangun kebersamaan antara jajaran Lapas dan warga binaan santri. Tidak hanya berbuka bersama, kegiatan juga dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Magrib dan salat Isya secara berjamaah.
Melalui kegiatan tersebut, Kalapas turut hadir dan berinteraksi langsung bersama para santri dalam suasana yang penuh kekeluargaan. Kehadiran pimpinan di tengah warga binaan menjadi bagian dari pendekatan pembinaan yang mengedepankan komunikasi, keteladanan, serta penguatan nilai-nilai keagamaan.
Kalapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Mufakhom, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan memperkuat mental spiritual warga binaan.
“Puasa Senin-Kamis juga menjadi salah satu sarana bagi warga binaan untuk membiasakan diri menjalankan ibadah sunnah sekaligus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan aktivitas keagamaan selama mengikuti program pembinaan,” ujar Mufakhom.
“Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kita ingin membangun kebersamaan sekaligus mengajak warga binaan untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Jadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun kebiasaan yang positif,” sambungnya.
Usai berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah. Para warga binaan santri kemudian mengikuti rangkaian ibadah hingga salat Isya secara berjamaah sebagai bagian dari pembinaan kepribadian yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus diterapkan warga binaan selama menjalani masa pidana maupun ketika nantinya kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.
Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang terus mendorong pelaksanaan pembinaan kepribadian melalui berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin. Pembinaan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendukung perubahan perilaku dan mempersiapkan warga binaan agar mampu menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.