Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Narkotika Pangkalpinang Olah Lahan SAE Pertanian Warga Binaan
Pangkalpinang, – Dalam rangka mendukung penuh Program Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang memanfaatkan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berada di area belakang Lapas untuk dijadikan kawasan pertanian produktif, Rabu (21/10). Langkah nyata ini diawali dengan kegiatan pembersihan lahan (land clearing) serta penebaran kapur dolomit guna menetralisir kadar keasaman tanah sebelum siap ditanami pada lahan pinjam pakai dari Pemerintah Kota Pangkalpinang tersebut.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Mufakhom, menyampaikan bahwa optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian SAE ini merupakan wujud komitmen Lapas dalam mengimplementasikan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan.
“Pengolahan lahan pertanian SAE ini diawali dari proses pembersihan area serta penebaran dolomit untuk memperbaiki struktur tanah, yang kemudian akan dilanjutkan dengan pemberian pupuk dasar sebelum ditanami bibit pepaya, terong, dan berbagai tanaman pangan lainnya. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Mufakhom.
Selain itu, Mufakhom menekankan bahwa fokus utama dari kegiatan penyiapan lahan ini adalah untuk memberikan nilai manfaat yang besar bagi pengembangan potensi para warga binaan melalui Program Pembinaan Kemandirian.
“Tujuan utama kami adalah memberikan wadah pembinaan yang bermanfaat secara langsung bagi warga binaan. Melalui seluruh tahapan proses pertanian ini, warga binaan dibekali keahlian, kedisiplinan, dan pemahaman teknis seputar tata cara bercocok tanam yang baik. Bekal keterampilan praktis ini diharapkan dapat menjadi modal berharga bagi mereka agar mampu hidup mandiri dan produktif saat kembali ke tengah masyarakat kelak,” jelas Mufakhom.
Senada dengan Kalapas, Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Mulya Nopriansyah, menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan etos kerja serta pengalaman nyata bagi warga binaan di bidang agraris.
“Kami ingin memastikan proses pembinaan kemandirian ini berjalan optimal dari hulu ke hilir. Keterlibatan warga binaan dalam setiap proses mulai dari pengolahan tanah hingga penanaman komoditas seperti pepaya dan terong ini tidak hanya melatih keterampilan fisik mereka, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab dan produktivitas yang sangat berguna bagi bekal hidup mereka di luar nanti,” ungkap Mulya Nopriansyah.
Melalui optimalisasi lahan pertanian SAE tersebut, Lapas Narkotika Pangkalpinang senantiasa melakukan aksi nyata untuk mewujudkan program pemasyarakatan yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas warga binaan. Pengolahan sarana pendukung ini diharapkan dapat terus berjalan berkesinambungan guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang mandiri dan produktif.
Kegiatan pengolahan lahan pertanian warga binaan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang untuk terus menghadirkan program pembinaan kemandirian yang berdaya guna. Melalui semangat kebersamaan dan kerja keras, Lapas berupaya berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mencetak SDM Pemasyarakatan yang mandiri.

