Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Bangun Pola Pikir dan Kepercayaan Diri, Lapas Narkotika Pangkalpinang Gelar Pelatihan Pribadi Unggul bagi Warga Binaan

0 11

 

Pangkalpinang, – Dalam upaya mendorong perubahan pola pikir dan mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat, Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang menggelar Pelatihan Pribadi Unggul bagi warga binaan, Selasa (6/10). Kegiatan yang berlangsung di Lapas Narkotika Pangkalpinang tersebut dilaksanakan dalam dua sesi, dengan masing-masing sesi diikuti 40 orang warga binaan.

Kegiatan diikuti oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, trainer/narasumber, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik, Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Kepala Subseksi Registrasi, peserta Magang Nasional, serta warga binaan sebagai peserta pelatihan.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Mufakhom, mengawali kegiatan dengan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada trainer/narasumber atas kesediaannya memberikan pelatihan kepada warga binaan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat dalam membangun pola pikir positif, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada trainer yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pelatihan kepada warga binaan. Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat, bukan hanya selama saudara-saudara menjalani masa pembinaan, tetapi juga menjadi bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” ujar Mufakhom.

“Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh. Jadikan materi yang diberikan sebagai kesempatan untuk mengenali diri, memperbaiki pola pikir, membangun kepercayaan diri, dan mulai merancang perubahan dari sekarang. Perubahan tidak harus menunggu setelah bebas, tetapi dapat dimulai dari diri sendiri dan dari hari ini,” lanjutnya.

Pelatihan kemudian dilanjutkan oleh Zulfikar Harahap, selaku trainer. Ia membuka sesi dengan memperkenalkan diri dan mengajak warga binaan berdialog mengenai harapan serta tujuan hidup. Suasana pelatihan dibangun secara interaktif melalui kegiatan ice breaking, di antaranya permainan “Kata Katak” dan “Boss Berkata”, yang bertujuan mencairkan suasana, membangun fokus, serta meningkatkan keterlibatan peserta.

“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan menentukan arah hidupnya. Melalui pelatihan ini, kita bersama-sama belajar mengenali diri, memahami tujuan hidup, memperbaiki pola pikir, serta mempersiapkan langkah perubahan agar ketika kembali ke masyarakat dapat menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” jelas Zulfikar.

Memasuki materi utama, peserta diajak mengikuti sesi “Kenali Diri” untuk memahami diri sendiri, kemudian dilanjutkan dengan materi “Tujuan Hidup” mengenai pentingnya memiliki tujuan yang jelas serta memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Pada materi “3 Hal Penting (Install Ulang)”, peserta diajak memahami pentingnya melakukan perubahan melalui mindset atau pola pikir, values atau nilai-nilai, serta paradigma atau sudut pandang. Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan dan sikap baru untuk mendukung pencapaian tujuan hidup.

Pelatihan juga membahas materi “Hidup Bersosial” yang dikemas secara komunikatif untuk membangun kemampuan peserta dalam berkomunikasi dan bersosialisasi dengan lingkungan. Selanjutnya, melalui sesi “Ubah Mulai Saat Ini”, peserta diajak melakukan brainstorming dan dialog untuk merancang perubahan mulai dari saat ini hingga mencapai tujuan hidup, termasuk mempersiapkan diri sebelum dan setelah bebas dari pembinaan.

Melalui rangkaian materi tersebut, warga binaan didorong untuk menjalani pola hidup yang benar sesuai dengan kehendak Tuhan, membangun kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri agar mampu memberikan kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat. Pelatihan Pribadi Unggul menjadi bagian dari upaya Lapas Narkotika Pangkalpinang dalam memperkuat pembinaan kepribadian sekaligus membekali warga binaan dengan kesiapan mental dan pola pikir positif menuju kehidupan yang lebih baik.

Leave A Reply

Your email address will not be published.