Jaga Kebersihan dan Kesehatan Hunian, Lapas Narkotika Pangkalpinang Berikan Arahan PHBS kepada Tahanan
Pangkalpinang,– Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang terus mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan hunian. Upaya tersebut dilakukan melalui pemberian arahan PHBS kepada tahanan di Blok Hasanudin Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Senin (5/10).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran tahanan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, kamar hunian, serta lingkungan sekitar. Penerapan pola hidup bersih dan sehat diharapkan dapat menciptakan lingkungan hunian yang nyaman sekaligus mendukung pencegahan berbagai gangguan kesehatan.
Dalam arahannya, tahanan diingatkan untuk menjaga kebersihan kamar dan blok hunian serta melaksanakan kegiatan kebersihan secara rutin dan terjadwal. Tahanan juga diminta tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan kamar mandi dan fasilitas sanitasi, serta tidak menumpuk barang-barang yang dapat mengganggu kebersihan maupun kesehatan lingkungan.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Mufakhom, menekankan bahwa kebersihan lingkungan hunian merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara konsisten oleh seluruh penghuni. “Kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh penghuni Lapas. Saya mengajak para tahanan untuk menjaga kebersihan kamar, lingkungan, serta fasilitas yang digunakan bersama. Dengan lingkungan yang bersih dan tertata, kita dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman sekaligus mendukung kesehatan,” ujar Mufakhom.
Kebiasaan menjaga kebersihan diri turut menjadi perhatian, seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menerapkan etika batuk yang benar, menjaga kebersihan pakaian, tempat tidur, dan perlengkapan pribadi, serta memastikan sirkulasi udara di dalam kamar tetap baik. Setiap tahanan juga diimbau segera melaporkan kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan maupun menemukan kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan penyakit.
Mufakhom juga mengingatkan pentingnya membangun kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan hunian. “Jangan menunggu sampai kondisi kesehatan terganggu baru kita peduli terhadap kebersihan. Mari biasakan hidup bersih mulai dari hal-hal sederhana, menjaga kamar dan lingkungan, serta saling mengingatkan. Dengan kepedulian bersama, lingkungan Lapas yang bersih, sehat, dan nyaman dapat kita wujudkan,” lanjutnya.
Dari sisi kesehatan, penerapan PHBS menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kondisi lingkungan hunian dan mencegah risiko penyebaran penyakit. Dokter Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Khoirunnisa Humairoh, menjelaskan bahwa kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak terhadap kesehatan bersama.
“Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan kamar dan kamar mandi, tidak menumpuk barang, serta menjaga sirkulasi udara dapat membantu mencegah penyebaran penyakit. Kami juga mengingatkan agar setiap tahanan segera menyampaikan kepada petugas apabila mengalami keluhan kesehatan,” jelas Khoirunnisa.
Sebagai tindak lanjut, Lapas Narkotika Pangkalpinang akan melakukan pemantauan kebersihan blok hunian secara rutin dan memberikan edukasi PHBS secara berkala kepada tahanan maupun warga binaan. Koordinasi antara petugas blok dan petugas kesehatan juga terus ditingkatkan untuk memantau kondisi kesehatan serta kebersihan lingkungan, disertai evaluasi terhadap pelaksanaan kebersihan dan sanitasi di setiap blok hunian.
Melalui penguatan PHBS secara berkelanjutan, Lapas Narkotika Pangkalpinang berkomitmen menciptakan lingkungan hunian yang bersih, sehat, dan nyaman sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan pembinaan serta pemenuhan layanan kesehatan bagi tahanan dan warga binaan.

