Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Ramadan Menghapus Jarak: Polisi Turun ke Gang Berbagi Takjil

0 65

 

Satuarahnews.com -Sore perlahan turun di sudut Kota Pangkalpinang, Selasa (24/2/2026). Matahari belum sepenuhnya tenggelam, namun aktivitas di sebuah gang kecil di belakang markas polisi mulai ramai. Anak-anak berdiri di pinggir jalan, beberapa ibu rumah tangga menatap penuh harap. Ramadan selalu punya cara menghadirkan cerita.

Tak lama kemudian, rombongan dari Polresta Pangkalpinang datang membawa sesuatu yang sederhana, namun bermakna. Bukan operasi penegakan hukum, bukan pula patroli. Mereka datang membawa paket takjil dan niat berbagi.

Di barisan terdepan terlihat Kapolresta Max Mariners, didampingi Wakapolresta serta para pejabat utama Polresta. Tanpa jarak, mereka menyapa warga satu per satu. Senyum, salam, dan obrolan ringan mengalir di antara bungkusan makanan berbuka yang berpindah tangan.

Di bulan yang identik dengan kesabaran dan kepedulian ini, suasana kecil di gang tersebut terasa begitu hangat. Seorang anak kecil memeluk erat paket takjil yang baru diterimanya. Wajahnya berbinar, seolah hadiah kecil itu adalah kebahagiaan besar.

Beberapa warga terlihat terharu. Tidak setiap hari mereka melihat pimpinan kepolisian datang langsung ke lingkungan mereka, berdiri di jalan sempit yang biasanya hanya dilalui warga sekitar.

Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan.

“Ramadan mengajarkan kita untuk peduli. Kami ingin hadir di tengah masyarakat, berbagi kebahagiaan, sekaligus membantu UMKM yang ikut menyediakan takjil ini,” ujarnya.

Takjil yang dibagikan memang berasal dari pelaku usaha kecil di Pangkalpinang. Ada kue tradisional, minuman manis, hingga makanan ringan untuk berbuka. Bagi para pedagang kecil itu, kegiatan ini juga menjadi berkah tersendiri.

Di sela-sela kesibukan menjaga keamanan kota, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa tugas polisi tidak hanya soal hukum, tetapi juga kemanusiaan.

Waktu berbuka semakin dekat. Langit berubah lebih temaram. Namun di gang kecil belakang Mako Polresta, senyum warga masih bertahan. Anak-anak berlari pulang membawa takjil, para ibu melangkah perlahan dengan wajah lega.

Mungkin bagi sebagian orang, ini hanya pembagian makanan. Tetapi bagi mereka yang sore itu hadir, Ramadan terasa sedikit lebih hangat—karena kepedulian datang mengetuk langsung pintu lingkungan mereka.

Leave A Reply

Your email address will not be published.