Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Lapas Narkotika Pangkalpinang Panen Pakcoy Sistem Hidroponik wick, Manfaatkan Stereompom Bekas

0 21

.Pangkalpinang – Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang berhasil memanen 64 kg sayuran pakcoy hasil budidaya hidroponik wick yang dikelola oleh giatja Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Senin (13/7/2026). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memanfaatkan lahan kosong di sekitaran bengkel kerja lapas agar lebih bermanfaat sekaligus memberikan keterampilan bagi wargabinaan,adapun panen kali ini sebanyak 64 kg pakcoy dihasilkan dalam sekali panen.

Kepala Lapas Narkotika Pangkalpinang, Novriadi, menjelaskan bahwa budidaya hidroponik wick melalui stereompom bekas dipilih karena kondisi tanah di lokasi kurang mendukung jika ditanami secara langsung dan pilihan ini lebih praktis serta ekonomis murah dalam perawatannya.

Metode ini dinilai lebih efektif dan telah memberikan hasil yang memuaskan meski baru dijalankan sekitar satu bulan.

“Kami memilih hidroponik wich dan Bioplok karena media tanam langsung ke tanah tidak memungkinkan dengan kondisi tanah diseketar sini.

Alhamdulillah, setelah dicoba selama 1 bulan, hasil panennya cukup baik dan bisa dipanen hari ini tepat 1 bulan,” ujar kalapas Novriadi.

Pada panen kali ini, tercatat sekitar 64 kilogram pakcoy berhasil dihasilman dari panen ini.

Sementara itu, di lahan terdekat sedang disiapkan pengembangan tambahan hidroponik dengan kapasitas sekitar 1000 lubang tanam yang diharapkan bisa dipanen pada bulan agustus mendatang.

Ke depannya, Novriadi menargetkan seluruh lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk budidaya serupa, sejalan dengan arahan Ibu pimpinan Kanwil Ditjenpas Babel dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (Kemenimipas).

“Target kami, seluruh lahan yang ada didalam bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian guna mendukung ketahanan pangan.

Warga binaan akan mendapatkan pelatihan secara bertahap sesuai minat dan bakat masing-masing,” tambahnya terutama bagi para wargabinaan yang telah memasuki 1/2 sampai dengan 2/3 masa pidananya.

Selain budidaya sayuran sistem hidroponik wich, Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang juga mengembangkan kegiatan pertanian dan peternakan serta wirausaha lainnya.

Di antaranya : budidaya ikan gurami, ikan patin dan ikan lele di kolam, serta pemeliharaan puluhan ekor ayam petelur dan ayam kampung.

Disamping itu ada kegiatan UMKM seperti : menjahit/konveksi, cukur rambut/barbershop, sablon, roti, pembuatan pempek, getas, keripik, samji, minuman jahe, roti, topi destar, perbengkelan, pengelasan dan coffe barista juga ada guna menambah keterampilan kemandirian para wargabinaan.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan agar nanti setelah bebas mereka bisa mandiri.

Mereka dilibatkan setelah melalui asesmen penelusuran minat dan bakat, sehingga yang terlibat benar-benar memiliki ketertarikan dan kesungguhan mengikuti pelatihan,” jelasnya.

Hasil panen yang diperoleh sebagian didistribusikan ke masyarakat sekitar lapas dan sebagian lagi dijual.

Keuntungan yang didapatkan akan digunakan kembali untuk modal mengembangkan usaha budidaya tersebut secara berkelanjutan dan premi bagi wargabinaan.

Novriadi berharap program ini dapat terus berkembang dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, sehingga semakin banyak warga binaan yang mendapatkan manfaat dan bekal hidup yang berguna di masa depan semakin mengurangi penyalahgunaan narkoba di kemudian hari.

“Dengan adanya kegiatan ini, warga binaan tidak hanya mengisi waktu dengan bermanfaat, tetapi juga memiliki keterampilan bertani dan beternak, wirausaha serta ketrampilan lainnya untuk bekal mereka nantinya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.