Lugas dan Berimbang

Cegah PMK, Peternak Sapi di Basel Fokus Jaga Kebersihan Kandang 

0 515

SatuArahNews, Toboali– Rumah Peternakan Sapi di Jalan Parit 7 Kelurahan Keposang, Bangka Selatan memiliki langkah langkah khusus untuk mencegah penyebaran penyakit kuku dan mulut (PMK) terhadap hewan ternak khusunya sapi.

Salah satunya, dengan cara menjaga kebersihan kandang secara berkala, kemudian disuntik vitamin dan antibotik terhadap sapi tersebut

” Biasanya penyuntikan vitamin dan anti biotik itu satu bulan sekali mas, pakanya harus cukup dan dikasih meneral juga buat ketahanan tubuh sapi, paling satu minggu dua kali mas. Yang terpenting kita jaga kebersihan kadang,” kata Suwarno pemilik ternak sapi. Sabtu (21/05/2022).

Selain itu, kata Suwarno setelah mendapatkan informasi merebaknya penyakit PMK di berbagai daerah, dirinya saat ini menutup sementara interaksi orang dari luar yang datang ke rumah peternakan sapi tersebut.

” Sementara ini fokus dengan perawatan sapi aja mas dan kami hentikan dulu aktifitas dengan para pedagang,” ujarnya.

Suwarno mengatakan, untuk mencegah penyebaran PMK di Bangka Selatan ini, dia berharap pemerintah daerah agar lebih memantau pertumbuhan ternak dan mendukung para peternak sapi dalam hal obat obatan, antibiotik dan vitamin.

Sementara itu, Kabid Peternakan, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Nurudin mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan pemantauan dan mengedukasi para peternak sapi khususnya yang terkena PMK.

” Tim medis kami memberikan edukasi kepada para peternak untuk menjaga sapi, mengobati sapi serta melakukan penyuntikan vitamin dan antibiotik kepada sapi yang terkena PMK sehingga cepat sembuh seperti biasanya,” ucapnya

Sementara ini, peternak sapi yang terjangkit penyakit PMK di Kabupaten Bangka Selatan beberapa pekan kemarin sudah menunjukkan angka kesembuhan yang signifikan.

” Alhamdulillah 4 peternak kita di dua lokasi di Kabupaten Bangka Selatan menunjukkan angka kesembuhan yang cukup tinggi, dimana dari 79 sapi yang terjangkit PMK kini sembuh sekitar 51 ekor dan sisa 28 ekornya masih dalam tahap penyembuhan,” katanya.

Selain itu, bagi daerah yang belum tekena penyakit mulut dan kuku, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan para peternak agar lebih peduli dan menjaga ternak mereka dari penyakit tersebut.

” Tetap jaga kebersihan lingkungan kandang, jaga kecukupan pakannya, kurangi interaksi langsung ternak ternak kita dari orang yang tidak punya kepentingan, karena penyakit mulut ini bisa menyebar melalui interaksi manusia yang sebelumnya sudah berinteraksi dengan hewan ternak lainnya,” tuturnya ( dika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.