Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Pria Paruh Baya di Bangka Selatan Tega Setubuhi Anak di Bawah Umur Hingga Hamil

0 978

SatuArahNews, Toboali- Kasus rudapaksa anak di bawah umur terjadi di Kabupaten Bangka Selatan.

Diketahui yang menjadi pelakunya adalah pria paruh baya 55 tahun berinisial JD.

Sedangkan korbannya berinisial A (15) yang tergolong masih anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Chandra Satria Adi Pradana mengungkapkan, pihkanya berhasil menangkap pelaku atas dugaan tindak pidana kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur.

” Pada hari kamis (24/3/2022) sekitar pukul 15:00 WIB, kami menangkap pelaku JD (55) di rumahnya. Sekarang pelaku sudah kami amankan bersama barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut di Polres Bangka Selatan,” kata AKP Chandra

AKP Chandra mengatakan, pengungkapan kasus itu bermula setelah mendapatkan informasi, bahwa pelaku sedang berada di rumahnya.

Mendengar Informasi itu, dengan cepat tim Satres Polres Basel bergerak menuju rumah pelaku, kemudian JD langsung di tangkap dan dibawa ke pelabuhan Sadai menggunakan kapal cepat.

Kemudian kata Kasat Reskrim, kronologi kejadian tersebut terjadi pada saat kedua orang tua korban sedang tidak berada di rumah. Karena ada kesempatan, pelaku masuk ke kediaman korban.

” Sekitar pukul 11:30 WIB tepatnya pada hari Senin (14/6/2021), pada saat itu korban sedang tidur dan menutup pintunya. Tiba tiba pelaku langsung masuk ke kamar dan mengunci pintu kamar korban,” kata Kasat

Setelah itu, pelaku melakukan rudapaksa terhadap korban juga membekap mulutnya menggunakan sarung. Kemudian, pelaku langsung melakukan aksi bejatnya kepada anak di bawah umur tersebut.

” Mendengar pelaku 2 kali melakukan persetubuhan sampai menghamili anaknya. Ayah korban langsung melaporkan peristiwa itu ke Polres Bangka Selatan, guna penyidikan lebih lanjut,” ucapnya

Adapun barang bukti pelaku yakni, 1 helai baju korban bewarna merah jambu, 1 helai celana korban bewarna pink, kemudian 1 helai sarung bewarna cokelat.

Atas perbuatanya, pelaku akan dikenakan undang- undang nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan undang – undang nomor 23 Tahun 2008 tentang perlindungan anak pasal 81 ayat 1 dan ayat 2. (Dika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.