PANGKALPINANG — Tim penasihat hukum Hellyana menyoroti sejumlah keterangan saksi yang dinilai tidak selaras dengan Berita Acara Pemeriksaan atau BAP dalam sidang lanjutan perkara dugaan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Pangkalpinang.
Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan lima saksi. Dua di antaranya merupakan saksi pelapor, yakni M Shalahuddin Ayubi dan Ahmad Sidik. Sementara tiga saksi lainnya berasal dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ketiga saksi dari Pemprov Babel yakni Sekretaris Daerah Ferry Aprianto, Sekretaris DPRD Dedy Apriadi, serta Sekretaris BKPSDM Yudi Suharsih.
Kuasa hukum Hellyana, Wanto, mengatakan terdapat sejumlah perbedaan antara keterangan yang disampaikan saksi di persidangan dengan keterangan dalam BAP.
Menurutnya, perbedaan tersebut akan menjadi bagian penting yang akan dikaji tim penasihat hukum dalam menyusun pembelaan Hellyana.
“Ada beberapa keterangan saksi yang menurut kami tidak sesuai dengan apa yang tertuang dalam BAP. Perbedaan keterangan itu tentu akan kami kaji dan menjadi bagian dari pembelaan kami,” ujar Wanto.
Salah satu materi yang turut muncul dalam persidangan berkaitan dengan pencantuman gelar SH dalam surat edaran naskah dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.
Hellyana sebelumnya menyebut, berdasarkan keterangan saksi Yudi Suharsih, pencantuman gelar tersebut dalam dokumen merupakan bagian yang dibuat oleh pihak terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Babel.
Tim penasihat hukum juga menyiapkan saksi-saksi untuk memperkuat pembelaan pada persidangan berikutnya.
Wanto menyebut, pihaknya telah menyiapkan saksi fakta dan saksi ahli dengan jumlah keseluruhan sekitar 15 orang.
“Kami sudah menyiapkan saksi fakta dan juga saksi ahli. Jumlahnya sekitar 15 orang yang nantinya akan kami hadirkan sesuai kebutuhan pembuktian,” katanya.
Pemeriksaan saksi masih akan berlanjut pada sidang berikutnya yang dijadwalkan Senin pekan depan.
Agenda persidangan masih berkaitan dengan pemeriksaan saksi dan proses pembuktian perkara dugaan ijazah palsu yang menjerat Hellyana.