Sebagai Bentuk Empati, Ratusan Karangan Bunga dari Masyarakat Kepung PN Tipikor Pangkalpinang

 

PANGKALPINANG, – Suasana anomali alias tidak biasa terjadi di Pengadilan Negeri Tipikor kelas II Pangkalpinang pada Rabu (16/9/2026).

Ratusan karangan bunga berjejer memadati pagar PN Tipikor Pangkalpinang. Tak hanya itu karangan bunga juga sempat merambat ke gedung terbengkalai bekas BB Bakery Pangkalpinang hingga depan kantor Pos.

Uniknya, karangan bunga itu bukan ucapan selamat ataupun congratulation, melainkan berupa kata-kata empati masyarakat atas sidang perdana 11 tersangka kasus korupsi timah di Bangka Selatan, 9 tersangka merupakan mitra perusahaan PT Timah dan 2 orang petinggi PT Timah.

MR, salah satu masyarakat yang hadir dalam sidang itu menyebutkan kehadiran mereka ke PN Tipikor Pangkalpinang tak lain hanya memberikan dukungan dan semangat kepada para terdakwa tipikor timah yang ditangani Kejari Bangka Selatan.

“Kami hadir di sini jauh-jauh dari Toboali murni bentuk empati sebagai masyarakat atas kasus timah yang menjerat 11 tersangka,” katanya, Rabu (16/9/2026).

Menurut dia, dengan mencuatnya kasus ini juga berdampak kepada merosotnya perekonomian masyarakat, khususnya yang bergantung kepada penambang.

“Jujur saja, dulunya kami merasakan sekali ekonomi masyarakat di Toboali sangat bergantung kepada hasil jual timah. Dengan ditahan para kolektor timah ini juga berdampak dengan ekonomi masyarakat terutama yang pendapatan sehari-hari dari hasil bertambang timah,” bebernya.

Sementara, di Gedung Senayan DPR RI, Wakil ketua Fraksi Golkar juga menyoroti penanganan kasus timah di Bangka Selatan.

Salah satunya menjerat eks Direktur Operasional (Dir ops) PT Timah Tbk, Ahmad Subagja.

Menurut Bambang, dengan terjeratnya para petinggi PT Timah dan sejumlah mitra perusahaan dari PT Timah berdampak bagi pelaku usaha mitra perusahaan PT Timah.

“Saya memberikan atensi atas persoalan di Bangka Selatan proses hukum yang sedang berjalan sekarang,” ujar Bambang dikutip dari akun Tiktok miliknya, Rabu (16/9/2026).

Ia pun mengimbau kepada jajaran MIND ID dan juga PT Timah untuk berempati atas kasus timah di Bangka Selatan.

“Ini kasihan pak kepada Dir Ops PT Timah yang lama, Ahmad Subagja. Saya kenal orangnya, tapi hari ini dia terjerat persoalan hukum yang dituntut oleh aparat hukum dikarenakan dia seolah-olah lalai di dalam mengikut sertakan mitra-mitra penambang karena melibatkan pihak ketiga dalam menambang,” sebutnya.

Sementara, BPJ sapaan akrabnya memaparkan Perpres bahwa membeli timah masyarakat.

“Ini benar-benar paradoks. Untuk itu Ahmad Subagja harus di back up karena menurut saya dia orangnya sederhana karena saya kenal sama orangnya. Padahal dia sudah 10 tahun lalu pensiun dan saat ini dia menghadapi persoalan hukum,” pungkasnya. ()

Comments (0)
Add Comment