Pelepasan Ratusan Jemaah Haji Bangka Selatan Ke Tanah Suci

SATUARAHNEWS- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melepas 158 orang calon jemaah haji asal Kabupaten Bangka Selatan yang akan berangkat tahun ini. Pada tahap awal pemerintah daerah resmi melepas keberangkatan 37 orang jemaah calon haji tahun 2026 yang tergabung dalam kelompok terbang delapan.

Pelepasan dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan layanan, logistik, serta pendampingan jemaah selama proses ibadah di Tanah Suci. Rombongan terdiri dari 18 laki-laki dan 19 perempuan.

“Hari ini ada 37 orang calon jemaah haji yang diberangkatkan menuju Asrama Haji Antara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” katanya. Minggu (3/05/2026).

Menurutnya mayoritas jemaah yang diberangkatkan berasal dari Kecamatan Toboali sebanyak 24 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Selain itu terdapat satu jemaah perempuan dari Kecamatan Airgegas yang turut bergabung dalam kloter ini. Sementara itu sisa jemaah calon haji lainnya akan diberangkatkan pada kelompok terbang berikutnya.

Kloter sembilan dijadwalkan berangkat pada Minggu, 3 Mei 2026 dengan jumlah 121 jemaah dengan rincian 55 laki-laki dan 66 perempuan. Didominasi oleh Kecamatan Airgegas sebanyak 66 orang dengan 31 laki-laki dan 35 orang perempuan. Disusul Kecamatan Toboali sebanyak 19 orang, 10 laki-laki dan sembilan perempuan. Kecamatan Tukak Sadai sebanyak 17 orang, enam laki-laki dan 11 orang perempuan.

Selain itu, Kecamatan Payung mengirimkan delapan orang, empat laki-laki dan perempuan. Kecamatan Simpang Rimba tujuh orang, tiga laki-laki dan empat perempuan. Serta Kecamatan Lepar empat orang, dua laki-laki dan perempuan. Pemberangkatan dipusatkan dengan titik kumpul di Masjid Agung Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.

Terdapat calon jemaah tertua dan termuda yang menjadi perhatian. Untuk jemaah tertua perempuan adalah Siami berusia 84 tahun, warga Desa Tukak, Kecamatan Tukak Sadai, yang masuk dalam kuota lansia. Sementara jemaah tertua laki-laki adalah Ambo Sengseng berusia 79 tahun, warga Dusun Limus, Desa Serdang, Kecamatan Toboali.

Jemaah termuda perempuan adalah Khoiriah berusia 18 tahun, warga Desa Nyelanding yang berangkat melalui kuota penggabungan mahram anak. Untuk jemaah termuda laki-laki adalah Muhammad Iqbal berusia 24 tahun, warga Desa Paku, Kecamatan Payung. Ia berangkat melalui kuota pelimpahan porsi dari orang tua yang telah meninggal dunia.

“Semua mekanisme keberangkatan ini telah diatur sesuai ketentuan yang berlaku,” papar Riza Herdavid.

Debby menekankan bahwa ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang kuat. Ia mengingatkan para jemaah untuk menjaga kesehatan mengingat rangkaian ibadah yang cukup menguras tenaga. Selain itu, jemaah juga diminta mempersiapkan diri secara spiritual agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk.

Ia juga mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kekompakan dan membangun rasa kekeluargaan selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci kenyamanan dalam menjalankan ibadah, terutama saat menghadapi situasi yang membutuhkan saling membantu. Debby berharap para jemaah tidak hanya fokus pada ibadah fisik, tetapi juga memperkuat ibadah batin seperti saat wukuf.

“Penting bagi jemaah untuk menjalin rasa kebersamaan dan saling membantu satu sama lain,” ucapnya.

Kendati demikian, Bupati berpesan agar jemaah calon haji diminta menjaga nama baik daerah selama menjalankan ibadah di Makkah. Sikap disiplin, tertib, dan saling menghormati dinilai menjadi cerminan masyarakat Bangka Selatan di mata dunia. Ia juga berpesan agar jemaah senantiasa berdoa untuk keselamatan diri, keluarga, dan daerah asal. (Dika)

 

Comments (0)
Add Comment