Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Basel Miliki 8 Kampung Nelayan Merah putih

0 12

SATUARAHNEWS– Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan delapan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang terdiri dari satu kawasan hub dan tujuh kawasan penyangga dengan alokasi dana mencapai Rp50 miliar.

Program tersebut tersebar di sejumlah desa dengan pembangunan fasilitas pendukung aktivitas perikanan, mulai dari dermaga, pabrik es, tempat pendaratan ikan hingga sarana air bersih. Kehadiran delapan KNMP ini ditargetkan dapat memperkuat infrastruktur perikanan sekaligus menunjang produktivitas dan kesejahteraan nelayan setempat.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Dedy Yuni Hardi mengatakan, kawasan hub KNMP berada di Desa Tukak, Kecamatan Tukak Sadai. Sejumlah fasilitas utama telah dibangun di kawasan tersebut untuk mendukung aktivitas nelayan dari proses pendaratan hingga penyimpanan hasil tangkapan. Fasilitas yang tersedia meliputi gudang beku, pabrik es, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), dermaga atau jetty, jaringan air bersih, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) hingga bengkel kapal.

“Alhamdulillah, untuk Kabupaten Bangka Selatan tahun ini mendapatkan delapan KNMP, satu hub berada di Desa Tukak dan tujuh lainnya merupakan kawasan penyangga,” kata kamis (08/10/2026).

Dedy Yuni Hardi menjelaskan, pembangunan fisik fasilitas KNMP di Desa Tukak telah diselesaikan oleh pihak penyedia. Pemerintah daerah juga telah menerima sejumlah peralatan pendukung yang baru-baru ini tiba di lokasi. Peralatan tersebut di antaranya mesin pabrik es dan 50 unit cool box untuk menunjang kebutuhan penyimpanan hasil tangkapan nelayan. Sementara itu, sejumlah perlengkapan lainnya masih menunggu proses kedatangan.

Sementara itu anggaran lebih dari Rp50 miliar dari pemerintah pusat untuk pengembangan tujuh KNMP penyangga tersebar di tersebar di enam desa dan satu kelurahan, yakni Desa Celagen, Desa Sadai, Desa Tanjung Sangkar, Kelurahan Tanjung Ketapang, Desa Kepoh, Desa Serdang. Pembangunan fasilitas di tujuh desa tersebut menyasar sebanyak 1.953 nelayan sebagai penerima manfaat. Program ini diharapkan dapat memperkuat sarana dan prasarana perikanan sekaligus menunjang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

“Untuk tujuh desa ini merupakan kawasan penyangga dari satu hub yang berada di Desa Tukak,” jelas Dedy Yuni Hardi.

Pembangunan fasilitas di tujuh kawasan penyangga disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat nelayan. Khusus Desa Celagen, Desa Sadai dan Desa Tanjung Sangkar mendapatkan pembangunan jetty sebagai fasilitas pendukung tambatan dan aktivitas kapal nelayan. Sedangkan desa-desa di wilayah daratan, yakni Kelurahan Tanjung Ketapang, Desa Kepoh, Desa Serdang, tidak mendapatkan pembangunan jetty.

Selain dermaga, tujuh kawasan penyangga juga mendapatkan sejumlah fasilitas lain berupa pabrik es portable, kios pendaratan ikan, tempat sandar kapal, taman, tandon air, sumur bor serta fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK). Berbagai sarana tersebut disiapkan untuk menunjang kebutuhan nelayan sekaligus meningkatkan kelancaran aktivitas perikanan di setiap desa. Dengan adanya fasilitas tersebut, kawasan penyangga diharapkan dapat mendukung keberadaan kawasan hub di Desa Tukak. Pemerintah daerah juga masih menunggu kedatangan sejumlah perlengkapan tambahan untuk melengkapi kebutuhan nelayan.

“Untuk item lainnya hampir sama, ada pabrik es portable, kios pendaratan ikan, tandon air, sumur bor untuk air bersih dan MCK,” ungkapnya.

Dedy Yuni Hardi menambahkan, sejumlah bantuan peralatan untuk nelayan Desa Tukak masih dalam proses pengiriman. Peralatan yang belum tiba tersebut meliputi alat tangkap ikan, fiber kapal serta mesin kapal. Keterlambatan kedatangan perlengkapan itu tidak mengganggu penyelesaian pembangunan maupun pelaksanaan program KNMP karena merupakan peralatan pendukung yang diperuntukkan langsung bagi nelayan. Pihaknya berharap seluruh bantuan tersebut segera diterima agar dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Barang-barang yang belum datang seperti alat tangkap, fiber kapal dan mesin kapal itu tidak mengganggu proses KNMP, karena merupakan alat pendukung untuk nelayan,” tutupnya (Red)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.