Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

PMR Babel Angkat Filosofi Pacu Jalur Riau dalam Perayaan HUT ke-81 RI

0 52

 

BANGKA BELITUNG — Persatuan Masyarakat Riau Bangka Belitung (PMR Babel) turut memeriahkan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menampilkan budaya khas Riau, yakni Pacu Jalur.

Dalam penampilannya, PMR Babel mengangkat tema “Mengayuh Bersama, Menjaga Warisan Melayu, Membangun Babel”. Penampilan tersebut menjadi bentuk upaya masyarakat Riau di Bangka Belitung dalam memperkenalkan sekaligus menjaga warisan budaya Melayu di tengah keberagaman masyarakat.

Perwakilan masyarakat Riau di Bangka Belitung , Kompol Dewi Rahmailis Munir mengatakan, Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan perahu tradisional yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Tradisi tersebut memiliki filosofi kuat mengenai kebersamaan, disiplin, kerja sama, kekompakan, serta semangat untuk mencapai tujuan dengan satu irama dan satu tekad.

“Pacu Jalur merupakan budaya yang dimiliki Provinsi Riau, khususnya masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi. Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan perahu tradisional, tetapi mengandung filosofi tentang kebersamaan, disiplin, kerja sama, kekompakan, serta semangat untuk mencapai tujuan melalui satu irama dan satu tekad,” ujarnya.

Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dengan semangat persatuan dan gotong royong yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat, terlebih dalam momentum memperingati kemerdekaan Indonesia.

Dalam penampilan PMR Babel, replika Pacu Jalur menjadi pusat pertunjukan. Replika tersebut diperagakan oleh lima orang anak, terdiri dari satu penari yang berada di bagian haluan dan empat orang pendayung.

Kelima peserta menampilkan gerakan secara serempak dalam satu irama dan satu komando. Konsep tersebut menggambarkan semangat para pendayung Pacu Jalur yang harus menjaga kekompakan untuk mencapai tujuan bersama.

Keseluruhan penampilan dirancang menyerupai Pacu Jalur asli. Para peserta mengenakan kostum awak perahu dengan mengangkat unsur Triwarna Melayu, yakni merah, kuning, dan hijau.

Selain itu, ornamen khas Melayu Riau turut ditampilkan dengan dominasi warna kuning keemasan, hijau, hitam, dan merah. Warna serta ornamen tersebut menjadi representasi nilai kemuliaan, kehidupan, keteguhan, dan semangat masyarakat Melayu Riau.

Gerakan para penampil juga dirancang untuk mencerminkan semangat, keberanian, dan optimisme. Melalui konsep tersebut, PMR Babel ingin menyampaikan pesan bahwa keberagaman budaya Indonesia merupakan kekayaan yang harus terus dirawat dan diperkenalkan kepada generasi muda.

“Semangat yang ingin kami tampilkan adalah kebersamaan dan persatuan. Seperti halnya dalam Pacu Jalur, semua harus bergerak dalam satu irama dan satu komando agar tujuan dapat tercapai,” ujarnya.

PMR Babel dengan nomor peserta 25134 diketuai Ustaz Nazrin, bersama Darusman selaku Ketua SPSI Babel.

Kehadiran PMR Babel dengan membawa budaya Pacu Jalur juga menjadi bentuk kontribusi masyarakat Riau yang berada di Bangka Belitung untuk memperkuat hubungan kebudayaan antardaerah.

Momentum HUT ke-81 RI pun tidak hanya menjadi ajang perayaan kemerdekaan, tetapi sekaligus ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara. Melalui semangat “mengayuh bersama”, PMR Babel berharap nilai persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya daerah dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.