Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Air Mata Perpisahan untuk Kombes Pol Max Mariners, Dari Anak PAUD hingga Ojol Mengantar dengan Doa

0 18

 

PANGKALPINANG — Sore itu, halaman Mapolresta Pangkalpinang berubah menjadi ruang perpisahan yang penuh haru. Tidak ada teriakan komando. Tidak ada suasana formal yang kaku. Yang terdengar justru doa, ucapan terima kasih, dan isak tangis dari masyarakat yang datang untuk mengantar tugas terakhir kombes Pol Max Mariners sebagai Kapolresta Pangkalpinang.

Menjelang senja, ratusan warga telah berkumpul. Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Pengemudi ojek online, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, siswa disabilitas, hingga anak-anak PAUD berdiri berjejer di sepanjang jalur pelepasan.

Sebagian membawa bunga. Sebagian lagi hanya membawa doa dan rasa kehilangan.

Anak-anak PAUD yang mungkin belum sepenuhnya memahami arti perpisahan terlihat melambaikan tangan kecil mereka. Sementara siswa disabilitas yang selama ini merasakan perhatian dan kepedulian dari jajaran kepolisian tampak antusias ingin bertemu dan memberikan salam terakhir kepada sosok kapolresta yang mereka kenal.

Di sudut lain, sejumlah pengemudi ojek online terlihat sibuk mengabadikan momen. Bukan sekadar untuk berfoto, melainkan menyimpan kenangan bersama sosok yang selama ini mereka anggap dekat dan mudah diajak berdialog.

Saat kombes Pol Max Mariners keluar dan mulai menyalami warga satu per satu, suasana yang semula riuh perlahan berubah menjadi haru. Beberapa warga tak mampu menyembunyikan air mata. Ada yang memeluk erat, ada pula yang menggenggam tangan sambil menyampaikan doa agar sukses di tempat tugas yang baru.

Tokoh masyarakat Bukit Baru, Ali, mengatakan kehadiran ratusan warga dari berbagai kalangan dalam pelepasan tersebut menunjukkan besarnya rasa hormat masyarakat kepada kombes Pol Max Mariners.

Menurut Ali, selama memimpin Polresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan tidak pernah membatasi diri oleh jabatan yang disandangnya.

“Yang hadir hari ini bukan hanya tokoh masyarakat atau pejabat. Ada ojol, ada anak-anak, ada siswa disabilitas, ada ormas dan OKP. Mereka datang karena merasa dekat dengan beliau. Ini menunjukkan bahwa beliau telah meninggalkan kesan yang baik di tengah masyarakat,” ujar Ali.

Bagi Ali, tidak semua pemimpin mendapatkan penghormatan seperti itu saat meninggalkan daerah tugasnya. Air mata yang terlihat dalam prosesi pelepasan menjadi bukti bahwa ketulusan dalam melayani masyarakat akan selalu dikenang.

Di tengah kerumunan, Kombes Pol Max Mariners beberapa kali terlihat menghentikan langkahnya. Ia menerima pelukan, menyalami warga, dan sesekali tersenyum untuk menutupi rasa haru yang terpancar dari wajahnya.

Ketika kendaraan yang membawanya perlahan meninggalkan Mapolresta Pangkalpinang, ratusan tangan terangkat memberikan salam perpisahan. Anak-anak berlari kecil mengikuti iring-iringan kendaraan. Beberapa warga terus melambaikan tangan hingga kendaraan itu menghilang dari pandangan.

Sore itu, Pangkalpinang bukan hanya melepas seorang Kapolresta yang berpindah tugas. Kota ini sedang mengantar seorang pemimpin yang telah menorehkan kedekatan dan meninggalkan jejak di hati masyarakatnya.

Jabatan boleh berganti, penugasan boleh berpindah. Namun bagi mereka yang berdiri di halaman Mapolresta Pangkalpinang sore itu, kombes Pol Max Mariners akan selalu dikenang sebagai sosok pemimpin yang hadir, mendengar, dan berjalan bersama masyarakat yang dilayaninya.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.