PANGKALPINANG – Polresta Pangkalpinang mulai mendorong langkah konkret untuk menekan angka pengangguran dengan menggandeng Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Program ini menyasar masyarakat yang belum memiliki pekerjaan melalui pendataan, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan untuk mendapatkan pekerjaan.
Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Indra Wijatmiko mengatakan, program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri yang dilaksanakan secara berjenjang oleh jajaran kepolisian, mulai dari Polda, Polres hingga Polsek.
Menurutnya, program ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan sosial, tetapi juga diarahkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya kesempatan kerja.
“Programnya sangat baik, yaitu bagaimana caranya di wilayah kita ini minim dengan pengangguran. Kalau semua masyarakat bekerja, otomatis perekonomian semakin baik. Kalau perekonomian semakin baik, berarti kesejahteraan semakin baik pula,” ujar Indra Wijatmiko.
Ia menjelaskan, pendekatan yang dilakukan kepolisian dimulai dengan turun langsung ke tengah masyarakat, termasuk menyambangi warung kopi sebagai ruang berkumpul warga. Melalui pendekatan tersebut, polisi ingin mendengar secara langsung keluhan, kebutuhan, serta persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait kesulitan memperoleh pekerjaan.
Indra menegaskan, pelaksanaan program tidak berhenti pada sosialisasi atau imbauan semata. Polresta Pangkalpinang akan berkoordinasi dengan Disnaker untuk mendata warga yang berminat mengikuti pelatihan keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja.
“Nanti kami akan datang ke warung-warung, masyarakat yang mau mendaftar ke Disnaker akan mengikuti kegiatan pelatihan. Pada saat pelatihan, kami juga akan datang, mulai dari pembukaan sampai kami kontrol, hingga mereka mendapatkan pekerjaan,” katanya.
Ia menekankan, program tersebut harus memiliki sasaran yang jelas dan proses yang terukur, mulai dari tahap pendataan, pelatihan, hingga memastikan peserta memperoleh peluang kerja.
“Jadi bukan hanya imbauan-imbauan saja. Ini betul-betul program, harus ada goal setting, harus jelas dari awal sampai selesai,” tegasnya.
Untuk tahap awal, Polresta Pangkalpinang menargetkan sekitar 25 hingga 30 orang dapat mengikuti program tersebut. Pelaksanaannya diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga bulan, dengan melibatkan instansi terkait sesuai kebutuhan pelatihan dan penempatan kerja.
Indra mengatakan, upaya menekan pengangguran menjadi salah satu bentuk kehadiran polisi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Ia menilai, tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui program yang memberikan manfaat nyata.
“Menurut saya, memang saya suka dekat dengan masyarakat, karena kita juga bagian dari masyarakat. Peranan polisi adalah bagaimana caranya polisi dekat dengan masyarakat melalui program-program ini, program yang menyentuh hati masyarakat secara langsung,” ungkapnya.
Selain program penanganan pengangguran, Indra juga berencana mendorong sejumlah kegiatan sosial lainnya, di antaranya penanganan stunting, gizi buruk, serta membantu masyarakat yang membutuhkan pengobatan untuk penyakit tertentu, termasuk katarak, tumor, dan kanker.
Melalui berbagai program tersebut, Polresta Pangkalpinang berharap kehadiran kepolisian dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan warga.

