Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Penerapan QRIS di Pedagang

0 15

SATUARAHNEWS– Pedagang di Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung kini memiliki alternatif pembayaran yang tidak hanya memudahkan pembeli, tetapi juga membantu mencatat transaksi secara otomatis.

Bank Indonesia (BI) mendorong pelaku usaha memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mengurangi ketergantungan terhadap transaksi tunai. Edukasi penggunaan QRIS dan perlindungan konsumen pun kembali dilakukan dengan target dapat mendorong peningkatan transaksi digital.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Syazali, mengatakan kegiatan literasi pembayaran digital rutin dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Edukasi tidak hanya membahas penggunaan QRIS, tetapi juga perlindungan konsumen ketika masyarakat mengalami masalah atau keluhan dalam sistem pembayaran. Pemahaman yang baik penting agar masyarakat dapat bertransaksi secara digital dengan aman dan benar.

“Ini kegiatan yang sering dilakukan oleh Bank Indonesia secara rutin untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap sistem pembayaran,” kata dia Senin (24/8/2026).

Muhammad Syazali menjelaskan, bagi pelaku usaha penggunaan QRIS dinilai memberikan kemudahan karena setiap pembayaran dapat tercatat secara langsung. Sistem tersebut juga membantu pedagang mengurangi kebutuhan menyediakan uang kembalian saat melayani transaksi. Selain lebih praktis, pembayaran secara digital dinilai dapat meminimalkan risiko peredaran uang palsu dalam transaksi sehari-hari.

Penggunaan QRIS juga memberikan keuntungan dari sisi higienitas transaksi karena pedagang dan pembeli tidak harus melakukan pertukaran uang tunai. Pencatatan transaksi secara digital membuat riwayat pembayaran lebih mudah ditelusuri oleh pengguna. Hal itu menjadi salah satu keunggulan pembayaran digital dibandingkan transaksi tunai yang masih mengandalkan uang fisik.

“Jadi saat pembayaran sudah langsung tercatat, terus juga pembayaran yang higienis, tidak perlu mengembalikan kembalian,” beber Muhammad Syazali.

Selain membantu pencatatan transaksi, QRIS juga memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran dari jarak jauh tanpa harus datang langsung ke lokasi usaha. Kemudahan tersebut dinilai relevan dengan perkembangan aktivitas ekonomi di dunia maya yang semakin tinggi. Pelaku usaha bahkan dapat memanfaatkan konsep toko virtual sehingga transaksi tetap bisa dilakukan meski penjual dan pembeli tidak berada di tempat yang sama.

Meski sistem pembayaran digital memiliki pengamanan, Muhammad Syazali mengingatkan masyarakat tetap harus berhati-hati karena risiko keamanan dapat muncul akibat kesalahan pengguna. Salah satunya adalah penggunaan PIN yang mudah ditebak atau tindakan menginstal aplikasi tidak dikenal yang dikirimkan pihak tidak bertanggung jawab melalui aplikasi pesan. Karena itu, keamanan transaksi tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada kewaspadaan masyarakat sebagai pengguna.

“Tadi seperti yang saya sampaikan sebelumnya bahwa kadang kala tidak aman itu karena sisi human error (Kelalaian manusia-Red),” urainya. (Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.