Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

38 KDMP Di Basel Rampung Pembangunan Fisik

0 21

SATUARAHNEWS – Sebanyak 38 dari 48 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung telah menyelesaikan pembangunan fisik hingga 100 persen.

Meski demikian, koperasi tersebut belum seluruhnya dapat beroperasi karena masih menunggu mobilisasi sarana dan prasarana pendukung. Pemerintah daerah menargetkan operasionalisasi KDMP mengikuti rencana pemerintah pusat pada pertengahan Agustus 2026 ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka Selatan, Deka Indra mengatakan, pembangunan KDMP yang telah mencapai 100 persen tersebar di seluruh kecamatan. Sementara itu, 10 KDMP lainnya masih dalam proses pembangunan dengan progres rata-rata di atas 50 persen.

Pembangunan dengan progres terendah berada di Desa Gudang, Kecamatan Simpang Rimba karena pengerjaannya dimulai paling akhir.

“Berdasarkan data dari pihak Kodim 0432/Bangka Selatan, yang sudah terbangun 100 persen itu ada 38 dari 48 KDMP,” kata dia, Senin (10/8/2026).

Deka Indra menjelaskan, capaian pembangunan fisik belum menjadi satu-satunya indikator kesiapan KDMP untuk beroperasi. Sebab, masih terdapat sejumlah perlengkapan yang harus dimobilisasi dan ditempatkan di masing-masing koperasi. Pemerintah daerah nantinya juga akan melakukan verifikasi dan validasi untuk memastikan kesiapan koperasi sebelum beroperasi.

Dari sisi sarana dan prasarana, sebagian perlengkapan untuk KDMP disebut mulai dimobilisasi oleh pihak penyedia. Namun, distribusinya belum mencakup seluruh koperasi karena baru sekitar enam KDMP yang menerima perlengkapan tersebut. Barang yang telah didistribusikan antara lain rak dan perlengkapan pendukung operasional koperasi.

“Hitungan 100 persen itu selain gedungnya, ada juga perlengkapan lainnya. Sudah ada mobilisasi sarana dan prasarana, cuma memang tidak semuanya, baru sekitar enam KDMP,” jelas Deka Indra.

Menurut Deka, masing-masing KDMP telah mengajukan unit usaha yang akan dijalankan sejak proses pembentukan koperasi. Unit usaha tersebut mayoritas diarahkan pada sektor yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Beberapa di antaranya mencakup penyediaan pupuk dan LPG serta kebutuhan penting lainnya.

Selain sarana fisik, kesiapan sumber daya manusia juga masih menjadi bagian yang harus diselesaikan sebelum koperasi beroperasi. Pengurus dan ketua KDMP masih mengupayakan kebutuhan pegawai untuk menjalankan unit usaha yang telah direncanakan. Pemerintah daerah hingga kini masih menunggu kehadiran manajer koperasi yang nantinya menjadi bagian dari pengelolaan KDMP.

“Kepegawaian KDMP itu memang masih diusahakan dari pihak pengurus dan ketua KDMP,” sebutnya.

Deka Indra memastikan operasionalisasi KDMP di Kabupaten Bangka Selatan akan menyesuaikan dengan rencana pemerintah pusat yang menargetkan pelaksanaan secara serentak. Dengan masih adanya sejumlah perlengkapan dan sumber daya yang perlu disiapkan, pemerintah daerah akan melakukan tahapan verifikasi dan validasi sebelum koperasi benar-benar berjalan. Rencana tersebut merupakan bagian dari program operasionalisasi 30 ribu KDMP secara nasional pada Agustus 2026. (Red)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.