Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Pembangunan Taman Kehati di Basel

0 10

SATUARAHNEWS – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mulai mematangkan rencana pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) di kawasan Aik Perang, Desa Bencah, Kecamatan Airgegas

Hal ini sebagai upaya memperkuat pelestarian lingkungan dan menjaga kekayaan hayati daerah. Penyusunan profil dan detail engineering design (DED) menjadi tahap awal yang disiapkan sebagai dasar perencanaan kawasan konservasi tersebut dengan dukungan Kementerian Lingkungan Hidup.

Kehadiran Taman Kehati ditargetkan menjadi yang pertama di Bangka Selatan sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan, menjaga sumber daya air, dan melestarikan flora lokal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Selatan, Agung Prasetyo Rahmadi, mengatakan pembangunan Taman Kehati menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan. Pembangunan daerah tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan keseimbangan aspek sosial dan lingkungan agar sumber daya alam tetap terjaga. Kabupaten Bangka Selatan memiliki potensi keanekaragaman hayati yang besar mulai dari flora lokal, vegetasi pesisir, mangrove hingga hutan rawa yang perlu dilestarikan.

“Pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan,” katanya Kamis (6/8/2026).

Agung Prasetyo Rahmadi menjelaskan Taman Kehati merupakan instrumen penting dalam konservasi keanekaragaman hayati di luar kawasan konservasi. Kawasan tersebut dirancang untuk melindungi spesies tumbuhan lokal, menjaga habitat satwa, mempertahankan fungsi hidrologis, sekaligus menjadi pusat edukasi lingkungan dan penelitian.

Keberadaan kawasan itu juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.

Ia menuturkan kawasan Aik Perang dipilih karena memiliki nilai ekologis yang sangat penting bagi Bangka Selatan. Selain menyimpan potensi flora lokal, kawasan tersebut juga berfungsi sebagai daerah resapan air dan penyangga ekosistem yang dibutuhkan masyarakat sekitar. Keberadaan Taman Kehati di lokasi itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup sekaligus memperkuat ketahanan daerah menghadapi dampak perubahan iklim.

“Dalam konteks Kabupaten Bangka Selatan, keberadaan Taman Kehati juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, menjaga sumber daya air, serta melestarikan identitas ekologis daerah,” jelas Agung Prasetyo Rahmadi. (Red)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.