Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Bhabinkamtibmas Polsek Bukit Intan Berikan Seragam Sekolah kepada Anak Kurang Mampu

0 32

Satuarahnews.com – Senyum Oktazi Akbar merekah ketika sebuah seragam sekolah baru diserahkan kepadanya. Bocah berusia 10 tahun yang duduk di bangku kelas III SD Negeri 52 Pangkalpinang itu tampak malu-malu, namun matanya memancarkan kebahagiaan. Bagi sebagian anak, seragam sekolah mungkin hal yang biasa. Namun bagi Oktazi, seragam itu adalah harapan baru untuk terus melangkah ke sekolah.

Di balik senyumnya, tersimpan kisah hidup yang tidak mudah. Ibunya telah meninggal dunia saat usianya baru satu setengah tahun. Sementara sang ayah kini menjalani masa hukuman di Lapas Tua Tunu. Sejak itu, Oktazi tumbuh dalam asuhan neneknya yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan segala keterbatasan.

Kondisi itulah yang mengetuk hati Bhabinkamtibmas Kelurahan Temberan, Polsek Bukit Intan, Aipda Julianto. Tanpa seremoni dan tanpa sorotan berlebihan, ia datang membawa satu set seragam sekolah untuk memastikan Oktazi tetap percaya diri menjalani aktivitas belajarnya.

Bagi Aipda Julianto, aksi tersebut bukanlah kegiatan sesaat. Ia mengaku telah berkomitmen menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu satu warga setiap bulan. Tidak hanya itu, setiap bulan ia juga memasang satu unit kamera pengawas (CCTV) di lingkungan warga sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan.

“Alhamdulillah ada rezeki. Saya sendiri yang membantu. Insyaallah istiqomah, setiap bulan satu orang warga yang dibantu dan satu CCTV untuk masyarakat,” ujar Aipda Julianto.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua RW 01 Kelurahan Temberan itu meyakini bahwa menjadi anggota Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, kehadiran polisi juga harus mampu menghadirkan rasa peduli dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Bantuan yang diberikan mungkin tidak mengubah seluruh kehidupan Oktazi. Namun seragam baru itu menjadi simbol bahwa masih ada tangan-tangan yang peduli, masih ada harapan yang tumbuh di tengah keterbatasan.

Di sudut Kota Pangkalpinang, kisah sederhana itu menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu lahir dari sesuatu yang besar. Terkadang, satu pasang seragam sekolah, satu uluran tangan, dan satu niat tulus sudah cukup untuk mengembalikan senyum seorang anak yang sedang berjuang menggapai masa depan.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.