Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Mendapatkan Hidayah di Lapas Narkotika Pangkalpinang, Hendra Oktavianes Warga Binaan Memeluk Agama Islam

0 48

 

Pangkalpinang, – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang kembali menunjukkan komitmennya dalam memenuhi hak-hak warga binaan, khususnya di bidang pembinaan keagamaan, dengan memfasilitasi pelaksanaan khitan bagi seorang warga binaan mualaf di Klinik Pratama Lapas Narkotika Pangkalpinang, Sabtu (18/07).

Kegiatan tersebut diikuti oleh warga binaan atas nama Hendra Oktavianes bin Aling yang menjalani khitan sebagai bagian dari penyempurnaan proses keislamannya setelah memeluk agama Islam.

Pelaksanaan khitan berlangsung dengan tertib, aman, dan mendapat pendampingan dari tenaga medis serta pembimbing keagamaan.

Sebelum tindakan dilakukan, warga binaan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis Klinik Pratama Lapas Narkotika Pangkalpinang dr Khoirunnisa.

Pemeriksaan meliputi pengukuran tanda-tanda vital serta pengisian informed consent atau surat persetujuan tindakan medis guna memastikan seluruh prosedur pelayanan kesehatan berjalan sesuai standar.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Novriadi, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan yang optimal kepada seluruh warga binaan, termasuk dalam memenuhi hak beribadah dan pembinaan keagamaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami berupaya memastikan setiap warga binaan memperoleh haknya, termasuk hak untuk menjalankan ajaran agama yang dianut. Fasilitasi khitan bagi warga binaan mualaf ini merupakan bentuk pelayanan sekaligus dukungan terhadap proses pembinaan kepribadian agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan lebih sempurna,” ujar Novriadi.

Proses khitan dilaksanakan oleh tim medis dari An Nabawi Care Centerboleh Ust Kamal dengan didampingi Ustaz Ilham Ramli, M.Pd. dari Mualaf Center Bangka Belitung.

Pendampingan tersebut tidak hanya memastikan tindakan medis berjalan dengan baik, tetapi juga memberikan dukungan moral dan pembinaan spiritual kepada warga binaan yang menjalani proses tersebut.

Usai menjalani proses khitan, Hendra Oktavianes mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian serta pendampingan yang diberikan oleh Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang terutama Kalapas. “Saya sangat bersyukur karena difasilitasi dengan baik. Terima kasih kepada Bapak Kalapas, petugas, tim medis, dan semua pihak yang telah membantu saya. Ini menjadi langkah untuk menyempurnakan keislaman saya dan saya berharap dapat menjadi pribadi yang lebih baik setelah menjalani pembinaan di sini,” ungkapnya.

Hendra Oktavianes menjadi mualaf, tanpa unsur paksaan maupun disuruh orang lain.

Dari pengakuannya, dia tergerak hatinya untuk menjadi mualaf lantaran sering melihat rekan satu selnya mengaji dan membaca buku buku tentang Islam.

“Hati saya tergerak memeluk agama islam, dari situlah saya mulai belajar tentang Islam,” ungkap Hendra Oktavianes.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang dengan berbagai pihak dalam memberikan pelayanan kesehatan dan pembinaan keagamaan kepada warga binaan secara menyeluruh.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung proses pembinaan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada pemenuhan hak asasi warga binaan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang terus menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta penghormatan terhadap hak-hak warga binaan sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial menuju pribadi yang lebih baik.

Proses pengikraran syahadat berlangsung khusyuk di dalam Poliklinik lapas, dibimbing oleh Ustaz Ilham Ramli, M.Pd. dari Mualaf Center Bangka Belitung, pemuka agama masjid At Taubah dan didampingi oleh pihak Kementerian Agama serta Kalapas beserta Jajaran.

Hendra Oktavianes mendapatkan hidayah atau ketukan hati nurani secara sukarela dan tanpa unsur paksaan dari pihak mana pun. Setelah resmi memeluk Islam, yang bersangkutan akan mengikuti bimbingan lanjutan untuk belajar membaca Al-Qur’an (mengaji), tata cara sholat, dan pendalaman ilmu agama ungkap Kalapas Novriadi didampingi Kasi Binadik Hendra Purnama Cipta.

Leave A Reply

Your email address will not be published.