Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Solidaritas untuk Dokter Ratna Menguat, Karangan Bunga dari IDAI Se-Indonesia Penuhi PN Pangkalpinang

0 16

 

PANGKALPINANG – Aksi solidaritas terhadap dokter Ratna kembali digelar di depan Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Jumat. Setelah pekan lalu puluhan karangan bunga dari kalangan dokter di Bangka Belitung memenuhi area sekitar pengadilan, kali ini dukungan kembali berdatangan dalam bentuk karangan bunga yang berisi pesan agar menghentikan kriminalisasi terhadap dokter Ratna.

Karangan bunga tersebut dikirim oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Dukungan itu berasal dari Pengurus Pusat IDAI bersama 34 cabang IDAI di seluruh Indonesia. Selain itu, dukungan juga datang dari organisasi profesi kesehatan lainnya, di antaranya Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Provinsi Bangka Belitung.

Ketua IDI Bangka Belitung, Dr. Arinal Pahlevi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk simpati dan dukungan moral kepada dokter Ratna yang saat ini masih menjalani proses persidangan.

“Karangan bunga yang hadir hari ini berasal dari Pengurus Pusat IDAI bersama 34 cabang IDAI di seluruh Indonesia. Selain itu ada juga dukungan dari organisasi profesi kesehatan lainnya, seperti PDGI Provinsi Bangka Belitung. Ini merupakan aksi simpatik dan bentuk dukungan moral kepada sejawat kami, dokter Ratna,” ujarnya.

Dr. Arinal berharap majelis hakim dapat memutus perkara secara adil dan objektif. Menurutnya, dokter Ratna tidak memiliki unsur mens rea atau niat jahat dalam perkara yang berkaitan dengan meninggalnya seorang pasien anak yang tengah ditanganinya.

“Kami berharap dokter Ratna dapat dibebaskan murni. Dari sudut pandang profesi, kami menilai tidak terdapat unsur mens rea dalam peristiwa ini. Apa yang dilakukan merupakan bagian dari upaya pelayanan medis sesuai profesinya,” katanya.

Sementara itu, dokter Ratna menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh rekan seprofesi dari berbagai daerah di Indonesia yang terus memberikan dukungan moral selama proses persidangan berlangsung.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan sejawat yang telah memberikan doa, dukungan, dan semangat kepada saya selama menjalani proses persidangan ini. Dukungan ini menjadi kekuatan bagi saya dan keluarga,” ujar dokter Ratna.

Ia berharap dukungan dari organisasi profesi kesehatan tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi majelis hakim untuk mengambil keputusan secara arif dan bijaksana berdasarkan fakta-fakta persidangan.

Dokter Ratna juga berharap majelis hakim menyatakan dirinya tidak bersalah serta menjatuhkan putusan bebas murni atas perkara yang sedang dihadapinya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.