Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 25 Ton Pasir Timah di Perairan Bangka

0 107

 

PANGKALPINANG – Upaya penyelundupan pasir timah ilegal kembali digagalkan aparat gabungan di perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tim Satlap Tri Cakti Satgas Halilintar bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Pangkalpinang berhasil menindak Kapal Motor (KM) Murah Rezeki yang diduga membawa pasir timah tanpa dokumen resmi.

Penindakan dilakukan pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di perairan Tanjung Grasak, Kabupaten Bangka. Operasi ini berawal dari informasi awal yang diterima aparat sehari sebelumnya terkait dugaan aktivitas pengangkutan pasir timah ilegal di perairan Pulau Bangka.

Berdasarkan informasi tersebut, tim gabungan bergerak menggunakan dua unit speedboat menuju lokasi sasaran. Setibanya di perairan Tanjung Grasak, petugas berhasil menghentikan KM Murah Rezeki yang tengah berlayar.

Dari hasil pemeriksaan awal, kapal tersebut diketahui membawa muatan pasir timah sebanyak sekitar 500 karung atau kurang lebih 25 ton. Muatan itu diduga tidak dilengkapi dokumen resmi dan rencananya akan diselundupkan ke Malaysia melalui jalur laut.

Kapal tersebut diawaki oleh empat orang, termasuk seorang nahkoda. Selanjutnya, KM Murah Rezeki ditarik ke Pos TNI AL Pangkal Balam untuk pengamanan, sementara keempat awak kapal dibawa ke Kantor Bea Cukai Pangkalpinang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalpinang, Junanto, mengatakan keberhasilan penindakan ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi lintas instansi.

“Penindakan ini berhasil berkat kolaborasi yang nyata antara Bea Cukai dan Satlap Tri Cakti Satgas Halilintar. Pengawasan terhadap komoditas strategis seperti timah tidak bisa dilakukan sendiri,” kata Junanto.

Menurutnya, praktik penyelundupan timah di Bangka Belitung membutuhkan penanganan bersama dari seluruh pihak terkait.

“Timah di Bangka Belitung ini tidak bisa dijaga oleh satu institusi saja. Harus ada kerja sama dan komitmen bersama untuk menjaga sumber daya alam dan mencegah kerugian negara,” ujarnya.

Saat ini, aparat gabungan masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat serta jalur distribusi pasir timah ilegal tersebut.

Leave A Reply

Your email address will not be published.