Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Dinas Pendidikan Bangka Selatan Terima Alokasi DAK 89,027 Miliar dari Pusat

0 214

SatuArahNews, Toboali- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan mendapatkan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan tahun 2023 dari Pemerintah Pusat, Jumat (13/01/2023) pagi.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan Elfan Rulyadi mengatakan. Jumlah dana DAK yang diterima Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Basel sebesar 89,027 miiliar, yang terdiri dari dana alokasi khusus (DAK) fisik sebesar 11,9 miliar dan dana alokasi khusus (DAK) Non fisik 77,1 miliar.

Adapun sekolah di Bangka Selatan yang menerima DAK fisik antara lain 4 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 4 Sekolah Dasar (SD), 3 Taman Kanak-kanak (TK) dan 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Kemudian DAK Non fisik untuk dana bos sekolah diantarannya, seluruh SD, SMP, Piaud, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di daerah itu.

” DAK fisik peruntukan untuk pembangunan laboratorium, toilet, ruang perpustakaan, rumah dinas guru dan ruang guru. Sedangkan non fisik kegunaannya
dana bos SD, SMP, Bantuan Operasional Penyelengaraan (BOP) Piaud dan non formal, sertifikasi guru, dan tambahan penghasilan guru yang belum mendapatkan sertifikasi,” katanya.

Ia juga menyebutkan untuk mekanisme penerimaan bantuan DAK ini. Pihak sekolah harus memastikan terlebih dulu data dapodik yang mereka isi itu benar. Jika sekolah kekurangan ruang kelas, maka harus diisi sesuai dengan apa yang menjadi kekurangan di sekolah.

Apabila pihak sekolah membutuhkan perbaikan, maka mereka harus dapat mengisi data itu apakah termaksuk dalam rehab ringan, rehab berat atau rusak berat.

Kemudian untuk sekolah yang menerima DAK fisik itu. Sekolah yang telah ditentukan oleh Kementrian melalui data dapodik. Yang operaturnya memang terdapat di sekolah dan mengetahui kondisi dari sekolah tersebut.

” Penerima Dana Dak fisik ini datanya dari dapodik. Kalau untuk pengelolanya adalah dinas, karena tahun ini. Kita memilih penyedia untuk melaksanakannya. Untuk DAK Non fisik seperti Bos itu, datannya dari jumlah siswa peserta didik kita, artinya data ini dari sekolah. Dan sertifikasi guru datannya dari Dinas Pendidikan,” lanjutnya.

Selama pelaksanaan pembagunan. Elfan berharap pihak sekolah dapat membantu dinas untuk memantau pekerjaan terutama pekerjaan fisik dan memaksimalkan dana dak ini dengan baik. Sehingga bangunan fisik dapat berjalan dengan lancar dan mengacu dengan juknis yang ada.

” Karena yang mengunakannya pihak sekolah itu sendiri, kami sangat mengharapkan bantuan pihak sekolah terutama Kepala Sekolah untuk ikut ambil andil agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar, tepat waktu dan tepat sasaran,” harapnya ( Dika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.