Perkuat Spiritual dan Integritas, Lapas Narkotika Pangkalpinang Gelar Istighosah Kubro dan Tausiah Keagamaan

Pangkalpinang,  – Dalam upaya memperkuat keimanan, ketakwaan, dan integritas dalam pelaksanaan tugas, Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang menggelar Istighosah Kubro dan tausiah keagamaan bagi jajaran pegawai dan peserta Magang Nasional, Jumat (16/10). Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Alpha tersebut menjadi momentum untuk bermunajat kepada Allah SWT sekaligus memohon perlindungan dan kelancaran dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.

Kegiatan diikuti oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Mufakhom, A.Md.IP., S.H., M.Si., pejabat manajerial, pejabat nonmanajerial, serta peserta Magang Nasional. Hadir sebagai penceramah, Ustadz Dr. H. Muhammad Kurnia, Lc., M.Ag., yang memberikan bimbingan keagamaan dan penguatan spiritual kepada seluruh peserta.

Dalam sambutannya, Mufakhom menyampaikan bahwa istighosah merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT. Ia mengajak seluruh jajaran menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat kesiapan mental dan spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan pelaksanaan tugas.

“Melalui istighosah ini, kita bermunajat memohon perlindungan dan keselamatan bagi seluruh keluarga besar Lapas Narkotika Pangkalpinang. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi jajaran pemasyarakatan, kita perlu memperkuat ikhtiar, menjaga kebersamaan, dan senantiasa memohon pertolongan Allah SWT agar dapat menjalankan tugas dengan baik, penuh tanggung jawab, dan berintegritas,” ujar Mufakhom.

Ia menambahkan bahwa penguatan spiritual harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga kedisiplinan dan integritas. Doa dan ikhtiar, menurutnya, perlu diwujudkan melalui perilaku yang baik, kepatuhan terhadap aturan, serta kesungguhan dalam menjalankan amanah sebagai petugas pemasyarakatan.

Setelah sambutan Kalapas, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai Istighosah Kubro oleh Ustadz Dr. H. Muhammad Kurnia, Lc., M.Ag. Ia menjelaskan bahwa istighosah merupakan bentuk permohonan pertolongan kepada Allah SWT melalui doa sebagai bagian dari ikhtiar spiritual. Seluruh peserta kemudian mengikuti rangkaian Istighosah Kubro dengan khusyuk, memohon perlindungan, keselamatan, serta kelancaran dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiahnya, Ustadz Muhammad Kurnia mengulas empat keadaan manusia dalam kehidupan, yaitu ketika berada dalam ketaatan kepada Allah SWT, ketika melakukan kemaksiatan, ketika memperoleh nikmat, serta ketika menghadapi ujian. Ia mengingatkan bahwa setiap keadaan hendaknya menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, baik melalui rasa syukur atas nikmat maupun kesabaran ketika menghadapi ujian.

“Kalau kita ingin memperbaiki diri, mulailah dengan memperbaiki salat lima waktu. Salat merupakan fondasi penting dalam kehidupan seorang muslim. Ketika melakukan kesalahan, jangan berlarut-larut, tetapi segera kembali kepada Allah SWT dengan bertobat dan memperbanyak istigfar. Jadikan setiap keadaan sebagai pengingat untuk terus memperbaiki diri,” pesan Ustadz Muhammad Kurnia.

Melalui pesan tersebut, seluruh peserta diajak untuk senantiasa melakukan introspeksi, menjaga akhlak, serta meningkatkan kualitas keimanan dalam kehidupan pribadi maupun pelaksanaan tugas kedinasan. Nilai-nilai keagamaan diharapkan tidak hanya menjadi pemahaman, tetapi juga tercermin dalam sikap, perilaku, dan tanggung jawab sehari-hari.

Melalui pelaksanaan Istighosah Kubro dan tausiah keagamaan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang berharap seluruh jajaran semakin kuat secara spiritual, memiliki ketenangan batin, serta mampu menjaga integritas dalam menjalankan amanah. Penguatan keimanan diharapkan menjadi landasan untuk membangun lingkungan kerja yang harmonis, disiplin, dan berkomitmen memberikan kinerja terbaik bagi organisasi dan masyarakat.

Comments (0)
Add Comment