Panen 300 Kg Gurame, Lapas Narkotika Pangkalpinang Optimalkan Budidaya Perikanan Air Tawar

 

Pangkalpinang,  – Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang terus mengembangkan kegiatan budidaya perikanan air tawar sebagai bagian dari pemanfaatan lahan secara produktif. Hal tersebut ditunjukkan melalui panen ikan gurame sebanyak 300 kilogram yang dilaksanakan di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang terletak di branggang Lapas, Senin (21/9).

Kegiatan panen dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Mufakhom. Proses panen meliputi persiapan, pengambilan ikan dari kolam, hingga pengumpulan dan pemilahan hasil panen.

Mufakhom menyampaikan bahwa kegiatan budidaya ikan merupakan salah satu bentuk optimalisasi lahan yang tersedia di lingkungan Lapas. Selain menghasilkan komoditas perikanan, kegiatan tersebut juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari kegiatan produktif dan pembinaan kemandirian.

“Panen ini merupakan hasil dari pemanfaatan lahan dan kolam yang ada di lingkungan Lapas. Kami ingin potensi yang tersedia dapat terus dimanfaatkan secara produktif sehingga memberikan hasil sekaligus mendukung kegiatan pembinaan kemandirian,” ujar Mufakhom.

Sebanyak 300 kilogram ikan gurame berhasil dipanen dari kolam budidaya. Hasil tersebut menjadi salah satu capaian dari pengembangan budidaya perikanan yang dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan area yang tersedia di lingkungan Lapas.

Kegiatan budidaya perikanan juga melibatkan warga binaan dalam proses perawatan dan pengelolaan kolam. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian dengan memberikan pengalaman praktis dalam mengelola kegiatan budidaya perikanan air tawar.

Salah seorang warga binaan berinisial DI menyampaikan bahwa keterlibatan dalam budidaya ikan air tawar memberikan pengalaman baru dan menjadi kegiatan yang bermanfaat selama menjalani pembinaan.

“Selama mengikuti kegiatan ini, kami belajar bagaimana merawat ikan, menjaga kondisi kolam, sampai proses panen. Bagi kami, kegiatan ini sangat bermanfaat karena bisa menambah pengalaman dan keterampilan yang mudah-mudahan dapat diterapkan setelah selesai menjalani pembinaan,” ujar DI.

Mufakhom menegaskan bahwa kegiatan tidak berhenti pada proses panen. Setelah panen, kolam akan dibersihkan dan dirawat untuk memastikan kondisi kolam siap digunakan kembali.

“Setelah panen ini, kami akan melakukan evaluasi terhadap hasil budidaya, membersihkan dan merawat kolam, kemudian mempersiapkannya untuk kegiatan budidaya berikutnya. Harapannya, kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan memberikan hasil yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Optimalisasi lahan melalui budidaya perikanan air tawar menjadi salah satu upaya Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang dalam mengembangkan kegiatan produktif di lingkungan Lapas. Pengelolaan kolam secara berkelanjutan juga diarahkan untuk mendukung kegiatan pembinaan kemandirian.

Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi lahan dan sarana yang tersedia melalui berbagai kegiatan produktif. Panen 300 kilogram ikan gurame menjadi salah satu hasil dari upaya tersebut sekaligus menjadi dasar untuk pengembangan budidaya perikanan air tawar pada periode berikutnya.
Disamping itu kalapas juga mengecek pembibitan untuk pertanian di lahan SAE seluas 6800 M2, adapun rencananya akan segera ditanamkan bibit yang telah kami persiapkan diantarkannya : 750 batang bibit pohon pepaya California, 200 batang bibit terong ungu, 100 batang bibit tomat, 50 batang bibit durian cumasi dan 200 batang bibit cabe besar.
Disekitaran pagar keliling lahan SAE telah ditanamkan jenis ubi mentega, jagung manis, pisang dan nanas guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Comments (0)
Add Comment