Pangkalpinang, – Upaya memperkuat pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan terus dikembangkan Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang melalui sinergi dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang. Hal tersebut dibahas dalam kunjungan dan silaturahmi Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Mufakhom, A.Md.IP., S.H., M.Si., ke Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (7/9).
Dalam kunjungan tersebut, Mufakhom didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, A.Md.IP., S.H., M.H., serta jajaran. Rombongan diterima oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Ir. Drs. H. Saparudin, M.T., Ph.D., bersama Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, S.E., M.M., serta turut dihadiri pejabat dari masing-masing Lapas.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara jajaran Pemasyarakatan dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang. Selain membahas pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan, pertemuan juga diarahkan pada penjajakan program kolaboratif yang dapat memberikan manfaat bagi pembinaan warga binaan sekaligus mendukung program pemerintah daerah.
Salah satu potensi kerja sama yang dibahas adalah pengembangan kegiatan pertanian dan peternakan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan. Program tersebut diharapkan tidak hanya mendorong produktivitas, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Narkotika Pangkalpinang, Mufakhom, menyampaikan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas ruang pembinaan bagi warga binaan. “Kami ingin pembinaan kemandirian yang dilaksanakan tidak hanya menghasilkan kegiatan produktif, tetapi juga memberikan keterampilan yang benar-benar dapat dimanfaatkan warga binaan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Mufakhom.
Dalam pengembangannya, rencana tersebut turut diarahkan untuk berkolaborasi dengan TPS 3R Kawa Begawe. Potensi sumber daya yang dihasilkan melalui pengelolaan sampah dan lingkungan dapat dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan kegiatan pertanian maupun pengolahan pakan ternak, sehingga tercipta pola pemanfaatan sumber daya yang lebih berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut juga membuka peluang terbentuknya sebuah ekosistem pembinaan yang menghubungkan pengelolaan lingkungan, pertanian, peternakan, dan peningkatan keterampilan warga binaan. Dengan pola tersebut, hasil pengolahan sumber daya diharapkan dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif di Lapas.
Selain memberikan manfaat bagi program pembinaan, pengembangan ketahanan pangan juga diharapkan dapat memperkuat kontribusi Pemasyarakatan terhadap program pemerintah daerah. Keterlibatan warga binaan dalam kegiatan produktif menjadi bagian dari proses pembentukan sikap, tanggung jawab, keterampilan, dan kemandirian selama menjalani masa pembinaan.
Melalui sinergi antara Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, dan Pemerintah Kota Pangkalpinang, diharapkan dapat lahir program pembinaan yang berkelanjutan dan memiliki manfaat lebih luas. Kolaborasi tersebut menjadi langkah untuk menghadirkan pembinaan yang semakin produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya secara berkelanjutan.