SATUARAHNEWS– Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya mengakselerasi dunia pendidikan sebagai kunci peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) lewat peringatan hari pendidikan nasional.
Upaya tersebut terus diperkuat melalui berbagai program yang menyasar akses, kualitas, hingga keberlanjutan pendidikan bagi masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, capaian IPM daerah ini menunjukkan tren positif meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan.
Fokus pembangunan pendidikan pun diarahkan untuk mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, bilang peringatan hari pendidikan nasional bukan sekadar seremoni tahunan. Justru pentingnya menjadikan momen ini sebagai ruang refleksi terhadap capaian dan tantangan dunia pendidikan. Pemerintah daerah, terus berkomitmen menjalankan instruksi pusat secara konsisten.
“Hari pendidikan nasional harus dimaknai sebagai upaya meneguhkan kembali semangat pendidikan nasional,” kata dia Senin (4/5/2026).
Riza Herdavid menilai pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, melainkan proses pembentukan karakter manusia. Nilai-nilai ketulusan, kasih sayang, dan kemanusiaan menjadi inti dari proses tersebut. Pendidikan merupakan proses menemukan dan mengembangkan potensi manusia sebagai makhluk Tuhan. Setiap individu memiliki fitrah yang harus diasah melalui sistem pendidikan yang tepat.
Oleh karena itu, pendekatan pendidikan harus mampu memuliakan manusia secara utuh. Dalam konteks pembangunan daerah, indikator keberhasilan pendidikan dapat dilihat dari peningkatan IPM.
Ia menyebutkan bahwa sejak periode awal kepemimpinannya bersama Debby Vita Dewi, angka IPM Bangka Selatan terus mengalami kenaikan signifikan. Meski demikian, ia mengakui bahwa capaian tersebut masih perlu didorong agar setara dengan daerah lain.
“Alhamdulillah semenjak kami memimpin Kabupaten Bangka Selatan angka IPM terus menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan,” papar Riza Herdavid.
Berdasarkan data terbaru, IPM Kabupaten Bangka Selatan pada 2025 mencapai angka 70,83. Angka tersebut meningkat 0,82 poin dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 70,01. Capaian ini menempatkan Kabupaten Bangka Selatan dalam kategori IPM tinggi dan mencerminkan perbaikan sejumlah sektor termasuk peningkatan kualitas hidup masyarakat. Jika ditarik ke belakang, tren peningkatan IPM terlihat konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2023, IPM Kabupaten Bangka Selatan berada di angka 69,67 dengan kategori sedang. Sementara pada 2022, angkanya tercatat 67,95 yang juga masih dalam kategori sedang. Peningkatan IPM tidak terlepas dari berbagai program pro pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah. Program unggulan adalah pembagian perlengkapan sekolah gratis bagi siswa setiap tahun.
Program ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi sekolah. Pemerintah daerah berupaya memastikan keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak. Berbagai kebijakan dirancang agar siswa dapat melanjutkan pendidikan tanpa hambatan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah angka putus sekolah.
“Target kita bagaimana IPM Kabupaten Bangka Selatan bisa setara dengan kabupaten lainnya,” ucapnya.
Upaya peningkatan kualitas pendidikan juga didukung melalui program revitalisasi sekolah. Pemerintah pusat telah membantu pembangunan dan perbaikan fasilitas di dua sekolah di Kabupaten Bangka Selatan. Revitalisasi ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan representatif. Selain perbaikan fisik, pemerintah juga mendorong digitalisasi dalam sistem pembelajaran.
Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Keberhasilan peningkatan IPM merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Sinergi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan pendidikan. Ia berharap kerja sama ini terus diperkuat untuk mencapai target yang lebih tinggi.
“Jadi ada kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan IPM di Bangka Selatan,”tutupnya. (Red)