SATUARAHNEWS – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Junjung Besaoh, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung angkat bicara terkait aduan masyarakat yang sebelumnya memicu sidak Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid-Debby Vita Dewi dan jajaran.
Aduan tersebut menyebut adanya keterlambatan penanganan terhadap seorang pasien yang mengalami kejang saat dirawat. Pihak rumah sakit memastikan bahwa kasus tersebut telah ditangani sesuai dengan prosedur medis yang berlaku.
Direktur RSUD Junjung Besaoh, Helen Sukendy bilang sidak yang dilakukan bupati dan wakil bupati menindaklanjuti aduan yang masuk ke media sosial milik bupati. Keluhan yang disampaikan keluarga pasien memang telah diterima dan menjadi perhatian pihak rumah sakit.
Ia menyebut kondisi pasien saat itu memerlukan penanganan intensif sekaligus koordinasi lanjutan untuk proses rujukan. Dalam situasi tersebut, tenaga medis tetap menjalankan tindakan sesuai standar operasional.
“Memang ada komplain dari masyarakat yang disampaikan kepada Pak Bupati, bahwa bapaknya dirawat namun ada kondisi kejang dan dibilang penanganan oleh rumah sakit lambat,” katanya. Jumat (27/03/2026)
Menurut Helen Sukendy, pihak rumah sakit tidak tinggal diam dan terus melakukan penanganan medis selama pasien berada dalam perawatan. Ia menegaskan bahwa prosedur penanganan telah dijalankan oleh tim medis sesuai ketentuan yang berlaku. Kondisi darurat seperti kejang, kata dia, langsung ditangani oleh tenaga kesehatan yang bertugas.
Ia menjelaskan bahwa keluarga pasien sempat meminta agar pasien dirujuk ke rumah sakit lain. Permintaan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi sejumlah rumah sakit rujukan. Namun proses rujukan tidak bisa dilakukan secara instan karena harus menunggu ketersediaan tempat dari rumah sakit tujuan.
“Memang pasien ini meminta untuk dirujuk ke rumah sakit lain, namun kami masih menunggu balasan dari sejumlah rumah sakit,” papar Helen Sukendy.
Dia mengakui, kendala utama dalam proses rujukan adalah keterbatasan kapasitas di rumah sakit tujuan. Beberapa rumah sakit yang dihubungi dilaporkan sedang dalam kondisi penuh sehingga belum dapat menerima pasien rujukan. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama untuk kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Meski demikian, ia memastikan bahwa pasien tetap mendapatkan penanganan selama menunggu kepastian rujukan. Tim medis terus melakukan pemantauan dan tindakan sesuai kebutuhan pasien agar kondisinya tetap stabil. Rumah sakit juga berupaya maksimal agar tidak terjadi kekosongan penanganan selama proses berlangsung.
“Memang rumah sakit yang kita tuju juga kondisinya sedang penuh. Sembari menunggu rujukan kami tetap melakukan penanganan,” urainya. (Dika)