Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Pemerintah Bangka Selatan Selesaikan Masalah Desil

0 5

SATUARAHNEWS- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memperkuat koordinasi, merespons banyaknya keluhan masyarakat terkait perubahan data desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Keluhan masyarakat menjadi perhatian pemerintah daerah karena perubahan posisi desil dapat berkaitan dengan akses masyarakat terhadap sejumlah program perlindungan sosial maupun bantuan pendidikan.

Sekda Bangka Selatan Hefi Nuranda mengatakan, bahwa persoalan ini harus segera secepatnya diselesaikan. Karena berdampak langsung terhadap masyarakat.

” Dampak yang paling dirasakan masyarakat adalah terganggunya akses masyarakat terhadap sejumlah program perlindungan sosial maupun bantuan pendidikan,” katanya. Rabu (24/09/2026).

Oleh karena itu, Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang memiliki persoalan atau ketidaksesuaian data desil agar menyampaikan pengaduan melalui posko pengaduan yang tersedia di desa dan kelurahan, termasuk melalui RT setempat dengan membawa berkas yang diperlukan.

” Dalam dua sampai tiga hari terakhir, pengaduan masyarakat terkait desil cukup banyak. Di media sosial Pak Bupati, terakhir saya lihat sudah sekitar 5.000 komentar dan lebih dari 60 persen di antaranya berkaitan dengan desil. Karena itu, persoalan ini perlu kita respons bersama,” ujar Hefi.

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas banyaknya keluhan masyarakat dalam beberapa hari terakhir terkait perubahan posisi desil. Persoalan ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena perubahan posisi desil dapat berkaitan dengan akses masyarakat terhadap sejumlah program perlindungan sosial maupun bantuan pendidikan.

Sekda Hefi Nuranda mengatakan, banyaknya pengaduan yang disampaikan masyarakat menunjukkan perlunya pemerintah daerah menyediakan jalur pengaduan yang jelas dan mudah dijangkau.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu bingung harus menyampaikan keluhan ke mana karena pengaduan dapat disampaikan melalui pemerintah di tingkat desa dan kelurahan.

“Dalam dua sampai tiga hari terakhir, pengaduan masyarakat terkait desil cukup banyak. Di media sosial Pak Bupati, terakhir saya lihat sudah sekitar 5.000 komentar dan lebih dari 60 persen di antaranya berkaitan dengan desil. Karena itu, persoalan ini perlu kita respons bersama,” tutupnya. (Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.