Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Panen 30 Kg Pakcoy, Lapas Narkotika Pangkalpinang Perkuat Program Ketahanan Pangan

0 8

 

Pangkalpinang,- Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang kembali menunjukkan hasil dari pengembangan program ketahanan pangan melalui panen rutin sawi pakcoy yang dibudidayakan secara hidroponik di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (17/9). Dari kegiatan tersebut, sebanyak 30 kilogram pakcoy berhasil dipanen.

Kegiatan panen dilaksanakan di area SAE Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang dan dihadiri oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Mufakhom, bersama Plh. Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung, Anggre Anandayu, Sekretaris Korwil LASKESI Bangka Belitung, Rahmawati, Surveior LASKESI Bangka Belitung, Akip Murod, serta Kepala UPTD Puskesmas Selindung, drg. Cut Nurlaila.

Mufakhom menyampaikan bahwa panen tersebut menjadi salah satu hasil dari pemanfaatan lahan melalui kegiatan pertanian hidroponik yang dikembangkan di lingkungan Lapas. Selain menghasilkan komoditas pangan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pembinaan kemandirian warga binaan.

“Panen ini menjadi salah satu hasil nyata dari upaya kami mengembangkan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang tersedia. Kami ingin kegiatan ini terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat sebagai kegiatan produktif sekaligus bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan,” ujar Mufakhom.

Sebanyak 30 kilogram pakcoy dipanen dari instalasi hidroponik yang telah memasuki masa panen. Budidaya tersebut merupakan bagian dari kegiatan pembinaan melalui SAE yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk terlibat dalam kegiatan produktif, mulai dari perawatan tanaman hingga proses panen.

Pengembangan budidaya hidroponik ini juga menjadi bagian dari implementasi program ketahanan pangan nasional serta mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dan 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, khususnya melalui pengembangan kegiatan produktif dan pemanfaatan lahan di lingkungan satuan kerja Pemasyarakatan.

Kehadiran jajaran Kanwil Ditjenpas Babel, LASKESI, Dinas Kesehatan, dan UPTD Puskesmas Selindung dalam kegiatan tersebut turut menjadi bagian dari sinergi dan dukungan terhadap berbagai program yang dikembangkan Lapas Narkotika Pangkalpinang.

Mufakhom menegaskan bahwa panen tersebut bukan menjadi akhir dari kegiatan budidaya hidroponik. Instalasi yang telah dipanen akan kembali dimanfaatkan untuk penanaman bibit, sementara tanaman lainnya yang masih dalam masa pertumbuhan akan terus dirawat dan dipantau.

“Setelah instalasi ini dipanen, kami akan kembali melakukan penanaman bibit pakcoy. Tanaman yang masih dalam masa pertumbuhan juga akan terus kami rawat dan pantau sehingga kegiatan ketahanan pangan ini dapat terus berkesinambungan,” lanjutnya.

Hasil panen selanjutnya akan dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai bagian dari keberlanjutan program ketahanan pangan melalui pembinaan di SAE. Perawatan tanaman yang masih tumbuh serta penanaman kembali dilakukan untuk menjaga keberlangsungan kegiatan dan produksi hidroponik.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang terus mendorong pemanfaatan SAE sebagai ruang pembinaan yang produktif. Panen 60 kilogram pakcoy menjadi salah satu capaian dari pengembangan kegiatan ketahanan pangan yang dilaksanakan secara berkelanjutan sekaligus mendukung pembinaan kemandirian warga binaan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.