Normalisasi Sungai Rangkui Dimulai, Pemerintah Siapkan Tanggul untuk Tekan Risiko Banjir Pangkalpinang
PANGKALPINANG – Pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung mulai mempersiapkan proyek pembangunan tanggul dan normalisasi alur Sungai Rangkui sebagai langkah mengurangi risiko banjir yang selama ini berulang di sejumlah kawasan Kota Pangkalpinang.
Tahapan awal proyek ditandai dengan sosialisasi pembangunan yang digelar di Aula Kecamatan Taman Sari, Selasa. Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, kejaksaan, perangkat kecamatan dan kelurahan, ketua RT/RW, serta pihak pelaksana proyek sebagai persiapan sebelum pekerjaan konstruksi dimulai pada Tahun Anggaran 2026.
Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Bangka Belitung, Agus Saputra, mengatakan sosialisasi dilakukan agar seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat memahami tujuan pembangunan serta dapat mendukung pelaksanaannya.
“Sosialisasi ini kami laksanakan agar seluruh stakeholder dan masyarakat mengetahui rencana pembangunan tanggul serta normalisasi Sungai Rangkui. Kami berharap dukungan semua pihak sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lancar dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Agus Saputra.
Menurut Agus, proyek tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas aliran Sungai Rangkui, memperbaiki sistem drainase, sekaligus mengurangi dampak banjir yang selama ini sering terjadi di kawasan permukiman saat curah hujan tinggi.
“Harapan kami, setelah pembangunan tanggul dan normalisasi sungai selesai, risiko banjir di wilayah Taman Sari dan Rangkui dapat berkurang sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman,” tambahnya.
Pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Rangkui diharapkan menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam memperkuat sistem pengendalian banjir di Kota Pangkalpinang, sekaligus melindungi kawasan permukiman yang selama ini menjadi titik rawan genangan.

