Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Pemkab Basel Sulap Sawah Rias Jadi Destinasi Wisata Baru

0 14

SATUARAHNEWS- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan bersama masyarakat setempat mulai mengembangkan kawasan persawahan Desa Rias sebagai destinasi wisata baru. Upaya ini bukan sekadar menghadirkan objek wisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Paling penting tanpa meninggalkan identitas Desa Rias sebagai lumbung pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda mengatakan pengembangan agrowisata di Desa Rias merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong peran desa. Khususnya dalam menciptakan destinasi wisata baru berbasis potensi lokal. Termasuk mendukung program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan.

Kondisi tersebut menjadi peluang strategis untuk dikemas tidak hanya sebagai kawasan produksi pangan, tetapi juga sebagai destinasi wisata berbasis edukasi dan kearifan lokal.

“Kabupaten Bangka Selatan dikenal dengan wisata sawahnya, sekaligus menjadi lumbung pangan Bangka Belitung. Ini sejalan dengan salah satu Asta Cita Presiden terkait ketahanan pangan,” ujarnya

Menurutnya pengembangan agrowisata di Desa Rias lahir dari kesadaran akan besarnya potensi pertanian yang dimiliki daerah tersebut. Kabupaten Bangka Selatan memiliki kawasan persawahan terluas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sementara Desa Rias menjadi salah satu wilayah dengan hamparan sawah yang sangat dominan.

Sawah yang biasanya hanya menjadi latar aktivitas petani, kini dipandang sebagai ruang edukasi, rekreasi, dan interaksi antara pengunjung dan kehidupan desa. Konsep agrowisata yang dikembangkan tidak akan menghilangkan fungsi utama sawah sebagai lahan produksi pangan. Justru sebaliknya, pengunjung nantinya diajak untuk mengenal proses bertani, memahami pentingnya ketahanan pangan, hingga menikmati kuliner berbasis hasil pertanian lokal.

Selain itu pengunjung akan ditawarkan pengalaman rekreasi sambil belajar tentang proses produksi pertanian. Mulai dari menanam, merawat, panen, hingga pengolahan hasil padi. Termasuk melibatkan interaksi langsung dengan alam dan budaya lokal, memberikan edukasi, hiburan, dan juga manfaat ekonomi bagi petani. Tak kalah penting akan disediakan spot foto menarik dengan latar belakang hamparan sawah.

“Dari diskusi dengan masyarakat dan desa, konsepnya ada wisata edukasi, wisata kuliner, dan agrowisata. Intinya bagaimana ketahanan pangan dan pariwisata bisa berjalan seimbang,” jelas Hefi Nuranda.

Kawasan persawahan dan pertanian memiliki daya tarik tersendiri jika dikemas secara kreatif dan berkelanjutan. Masyarakat didorong untuk mengemas aktivitas pertanian menjadi paket wisata yang menarik tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai lahan pangan. Kondisi ini bukan hanya soal menarik wisatawan, tapi juga memperkenalkan kearifan lokal dan proses produksi pangan kepada masyarakat luas. Bagi warga Desa Rias, rencana ini membawa harapan baru. 

Melalui destinasi wisata yang dikelola bersama, desa diharapkan memiliki sumber pendapatan baru yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Desa Rias diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Bangka Selatan. Dengan mengangkat potensi lokal dan melibatkan masyarakat secara langsung, desa dapat tumbuh tanpa harus meninggalkan jati diri dan nilai-nilai tradisional. (Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.