Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Racun yang Berpotensi Mengancam Indonesia Emas 2045

0 197

 

Satuarahnews. Com – Tahun 2045 digadang sebagai era Indonesia Emas, sebuah visi besar yang dicanangkan pemerintah. Namun, bisakah cita-cita itu terwujud jika modal utama bangsa—manusianya—justru sedang diracuni? Di tengah upaya membangun harapan menuju masa depan cerah, masyarakat Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kini menghadapi ancaman serius yang bergerak senyap namun masif: narkoba.

Pangkalpinang sebagai ibu kota provinsi dan Bangka Tengah sebagai wilayah penyangga merupakan simpul strategis pembangunan ekonomi, pendidikan, dan budaya. Namun kondisi terkini menunjukkan kedua daerah ini telah menjadi arena pertempuran distribusi narkoba ilegal yang tidak kasat mata. Sabu dan obat-obatan terlarang terus berusaha menjerat warga.

Data BNN Kota Pangkalpinang mengungkap peredaran narkotika, terutama sabu, sudah tersebar luas. Di Pangkalpinang, titik kerawanan berada di Lontong Pancur, Semabung, dan Girimaya. Sementara di Bangka Tengah, peredaran terpantau di Tanjung Gunung, Batu Belubang, dan Sungai Selan. Penangkapan terhadap kurir, pengedar, hingga bandar dengan beragam barang bukti terus dilakukan BNN Provinsi, BNN Kota, dan Kepolisian Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Para pelaku tidak hanya datang dari luar daerah, tetapi juga melibatkan warga lokal dari berbagai latar belakang, mulai dari buruh harian hingga residivis. Yang lebih memprihatinkan, narkoba menjadi pemicu kejahatan lain. Di Pangkalpinang, kecanduan mendorong sejumlah komplotan pencuri—termasuk pengamen jalanan—nekat membobol rumah warga. Uang hasil kejahatan itu digunakan untuk membeli narkoba. Lingkaran setan pun terbentuk: kecanduan melahirkan kriminalitas, dan kriminalitas membiayai peredaran narkoba.

Ketika generasi muda—yang seharusnya menjadi pilar menuju Indonesia Emas 2045—terjerumus dalam ketergantungan, maka harapan menjadi negara maju dan berdaulat hanya akan menjadi ilusi. Mereka yang seharusnya berkarya dan memimpin justru terperangkap dalam kerusakan fisik, mental, dan masa depan.

Di tengah situasi yang mengkhawatirkan ini, semangat perlawanan digaungkan Kepala BNNP Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Eko Kristianto bersama Penjabat Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Mereka mendeklarasikan komitmen perang terbuka melawan narkoba.

Namun perjuangan ini tidak bisa dibebankan hanya kepada aparat. Ini adalah panggilan bagi setiap keluarga, institusi pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat di Pangkalpinang dan Bangka Tengah untuk menjadi benteng pertahanan moral melalui edukasi, pencegahan, dan pengawasan guna melindungi generasi kita dari racun yang mengancam masa depan.

Mari berjuang bersama, agar Indonesia Emas 2045 tidak berubah menjadi Indonesia Cemas.

Leave A Reply

Your email address will not be published.