Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Warga Basel Diimbau Waspada Munculnya Berbagai Potensi Penyakit di Musim Kemarau

0 363

 

SatuArahNews, TOBOALI- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai macam potensi penyakit yang muncul pada musim kemarau, Jumat (08/09/2023).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Slamet Triyadi menyebutkan. Beberapa jenis penyakit yang perlu di waspadai saat musim kemarau diantaranya, penyakit infeksi saluran pernapasan akut (Ispa), diare dan demam berdarah dengue (DBD).

“Pada musim kemarau yang jelas kualitas udara menurun dan kebakaran hutan terjadi dimana-mana menjadi pemicu utama timbulnya penyakit ispa, kemarau juga mengakibatkan kekeringan air dampaknya pada penyakit diare. Kemudian dengan kurangnya pasokan air masyarakat kita pasti menampung air dan tempat penampung air ini bisanya timbulnya resiko jentik nyamuk DBD,” kata Slamet.

Berdasarkan laporan dari bulan Juli sampai Agustus. Dinkes mencatat ada peningkatan jumlah kasus penyakit di musim kemarau. Namun peningkatannya tidak begitu signifikan diantaranya penyakit ispa 72 kasus, penyakit diare 136 kasus dan demam berdarah 28 kasus.

“Berdasarkan laporan yang masuk ke kami jumlah kasus penyakit ispa dua bulan terakhir paling tinggi ada di Kecamatan Payung, untuk kasus diare lumayan banyak di Kecamatan Toboali, dan kasus demam berdarah 15 kasus terbanyak ada di daerah Toboali,” sebut Slamet.

Menurut Slamet, musim kemarau atau dampak fenomena El Nino mengakibatkan perubahan situasi cuaca dan polusi udara yang kurang bagus untuk kesehatan manusia, sehingga masyarakat sangat mudah terserang virus influenza atau Influenza-Like Illness (ILI).

Oleh sebab itu di musim kemarau, Masyarakat diminta untuk selalu menggunakan masker pada saat batuk maupun filek. Supaya terhindar dari penyakit Influenza-Like Illness atau ispa.

Kemudian, Slamet juga menyarankan masyarakat agar mengkomsumi air minum dari sumber air baku yang bersih, tidak tercemar dari bakteri maupun kotoran E-Coli. Supaya mencegah dari penularan penyakit diare.

Selain itu, untuk mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Masyarakat diminta selalu menerapkan 3M Plus salah satunya menaburkan bubuk larvasida atau abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan. Mengubur barang bekas dan menutup tempat penampungan air. (Dika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.