SATUARAHNEWS – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mulai menyisir pedagang yang berjualan di atas trotoar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Toboali.
Pembinaan dilakukan bersama terkait sebagai upaya mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki. Pedagang diminta menggeser lokasi berjualan atau memanfaatkan lokasi usaha yang telah disediakan pemerintah daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangka Selatan, Lisbeth menyebutkan. kegiatan pembinaan dimulai dari kawasan Himpang Nanas hingga Himpang Lima Habang. Namun, proses tersebut belum selesai karena petugas masih akan melanjutkan penyisiran ke sejumlah titik lain di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.
“Pembinaan dilakukan melalui pendekatan persuasif dengan memberikan pengarahan dan sosialisasi kepada para pedagang,” katanya, Rabu (5/07/2026)
Lisbeth menjelaskan penyisiran dilakukan secara bertahap agar seluruh pedagang yang masih memanfaatkan trotoar dapat diberikan pemahaman mengenai aturan yang berlaku.
Menurutnya, trotoar merupakan fasilitas umum yang diperuntukkan bagi pejalan kaki sehingga tidak boleh digunakan sebagai tempat berjualan. Keberadaan lapak di atas trotoar dinilai menghambat aktivitas masyarakat yang melintas dan mengurangi fungsi fasilitas tersebut. Karena itu, Satpol PP mengedepankan edukasi agar para pedagang memahami pentingnya menjaga ruang publik.
“Trotoar fungsi utamanya adalah untuk pejalan kaki. Jadi pejalan kaki akan kesulitan lewat ketika ada pedagang yang berdagang di trotoar,” tegas Lisbeth.
Pada tahap awal ini, Satpol PP masih mengedepankan pembinaan tanpa melakukan penindakan. Namun apabila pedagang tetap mengabaikan imbauan setelah sosialisasi selesai, maka petugas akan meningkatkan tahapan penegakan aturan. Pedagang yang masih melanggar nantinya akan diminta membuat surat pernyataan sebelum dilakukan penertiban.
“Untuk sementara mereka kami suruh berjualan, tetapi tidak di trotoar, melainkan agak mundur ke belakang sehingga tidak menghalangi orang berjalan di trotoar,” tuturnya. (Red)