Basel Genjot Capaian Imunisasi

SATUARAHNEWS – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung memperkuat langkah percepatan capaian imunisasi dengan menggelar koordinasi lintas sektor yang juga membahas penanganan stunting serta penyehatan lingkungan. 

Upaya itu dilakukan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat strategi bersama agar target kesehatan masyarakat pada 2026 dapat tercapai. Saat ini capaian imunisasi baru mencapai 37,8 persen, sementara target semester pertama ditetapkan 47 persen.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Haris Setiawan, bilang koordinasi tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh perangkat daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Sinergi menjadi kunci untuk meningkatkan capaian program kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Perhatian utama saat ini adalah percepatan cakupan imunisasi yang masih berada di bawah target semester pertama.

“Hari ini merupakan upaya kita untuk menyamakan persepsi sekaligus menjalin kekuatan kita bersama untuk bagaimana bisa mencapai capaian-capaian yang ingin kita harapkan ke depannya,” kata dia, Rabu (05/07/2026)

Haris Setiawan membeberkan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana setempat capaian imunisasi di Kabupaten Bangka Selatan baru mencapai 37,8 persen. Padahal, target semester pertama ditetapkan sebesar 47 persen, sedangkan target akhir tahun 2026 mencapai 95 persen. Pemerintah daerah menilai diperlukan langkah yang lebih masif agar ketertinggalan tersebut dapat segera dikejar dalam waktu yang tersisa.

Target imunisasi di Kabupaten Bangka Selatan pada 2026 sebanyak 3.655 anak yang tersebar di 10 wilayah kerja puskesmas. Puskesmas Toboali menjadi wilayah dengan sasaran terbesar sebanyak 1.210 anak, disusul Puskesmas Airgegas 613 anak, dan Puskesmas Simpang Rimba 480 anak. Lalu, Puskesmas Payung 363 anak, Puskesmas Rias 239 anak, Puskesmas Air Bara 194 anak, dan Puskesmas Tiram 187 anak.

Kemudian, Puskesmas Batu Betumpang 153 anak, Puskesmas Tanjung Labu 149 anak, dan Puskesmas Pongok 67 anak. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran, sarana dan prasarana, fasilitas pelayanan kesehatan, serta ketersediaan obat dan vaksin.

“Untuk saat ini memang mungkin masih relatif kecil, baru 37,8 persen. Untuk semester pertama target tercapai harus 47 persen,” jelas Haris Setiawan.

Ia mengakui waktu yang tersisa menuju akhir tahun hanya sekitar empat bulan sehingga seluruh sumber daya harus dimanfaatkan secara maksimal. Aparatur di setiap puskesmas diminta menyusun rencana aksi yang lebih kuat dan strategi yang lebih efektif agar target imunisasi dapat tercapai. Pemerintah daerah terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan. (Red)

Comments (0)
Add Comment