SATUARAHNEWS – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung meluncurkan program inovasi Kerito Besaoh sebagai langkah memperkuat upaya mempertahankan status daerah bebas rabies.
Program tersebut mulai digelar pekan pertama bulan Agustus 2026 dengan menghadirkan berbagai layanan kesehatan hewan secara gratis bagi masyarakat. Inovasi ini ditargetkan mampu meningkatkan kesadaran pemilik hewan peliharaan sekaligus mencegah munculnya kembali kasus rabies di daerah itu.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan, Era Fitrawati bilang, Kerito Besaoh merupakan akronim dari Kegiatan Rutin Tolak Rabies Bersama Sayangi dan Optimalkan Kesehatan Hewan.
“Program tersebut menjadi inovasi baru dari Bidang Peternakan yang difokuskan pada peningkatan pelayanan kesehatan hewan di tengah masyarakat. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan hewan sekaligus melindungi kesehatan masyarakat” katanya. Selasa (04/07/2026).
Menurutnya melalui program tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan kesehatan hewan tanpa dipungut biaya. Layanan yang diberikan meliputi konsultasi kesehatan hewan, vaksinasi rabies, suntik vitamin, suntik anti kutu, hingga edukasi mengenai perawatan hewan peliharaan. Seluruh pelayanan diberikan untuk mendorong pemilik hewan lebih peduli terhadap kesehatan hewan kesayangannya.
Pelaksanaan Kerito Besaoh dijadwalkan berlangsung selama enam hari dalam dua pekan. Kegiatan tahap pertama dilaksanakan pada 4 hingga 6 Agustus 2026, sedangkan tahap kedua digelar pada 11 hingga 13 Agustus 2026. Oleh sebab itu, pihaknya mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan membawa hewan peliharaannya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Program ini kita laksanakan selama enam hari, yakni tanggal 4 sampai 6 Agustus dan dilanjutkan 11 sampai 13 Agustus 2026, serta seluruh pelayanan diberikan secara gratis,” beber Era Fitrawati.
Adapun tujuan utama program ini adalah mempertahankan status Bangka Selatan sebagai kabupaten bebas rabies yang telah diraih sebelumnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak cukup hanya dengan memperoleh pengakuan, tetapi juga harus dipertahankan melalui vaksinasi rutin dan peningkatan kesadaran masyarakat. Sasaran vaksinasi rabies mencakup anjing, kucing, musang, hingga kera yang berpotensi menjadi media penularan penyakit. (Red)