TOBOALI,- Aktivitas penambangan ilegal dari ratusan TI selam di kawasan IUP PT Timah Tbk laut Sukadamai, Toboali, Bangka Selatan kembali marak terjadi, Selasa (31/3/2026).
Imbauan hingga penertiban yang dilakukan tim gabungan PT Timah Tbk, Kepolisian hingga TNI tidak membuat penambang ilegal jera.
Aparat Penegak Hukum hingga Divisi Pengamanan Aset PT Timah Tbk kerap kali melakukan imbauan untuk tidak bekerja di kawasan IUP secara ilegal.
Mirisnya, ratusan TI selam ilegal itu juga menyisir area penambangan Kapal Isap Produksi (KIP) milik mitra PT Timah Tbk sehingga mengganggu KIP untuk bermanuver lantaran khawatir bersenggolan dengan TI Selam yang bisa berakibat fatal dan memakan korban jiwa.
Kepala Bidang (Kabid) KIP PT Timah Tbk, Apit Renaldi menyebutkan imbauan dan penertiban terhadap aktivitas TI selam di kawasan IUP PT Timah Tbk itu sudah sering dilakukan tim gabungan dari, PT Timah, Polri dan TNI.
“Kita sudah sering meminta dan mengimbau mereka (penambang) untuk tidak melakukan aktivitas penambangan timah secara ilegal di IUP PT Timah apalagi menambang dekat KIP karena sangat berbahaya,” kata Apit, Selasa (31/3/2026).
Ia meminta penambang TI selam lebih baik bekerja sesuai regulasi dengan menggunakan Ponton Isap Produksi (PIP) yang ada Surat Perintah Kerja (SPK) dari PT Timah.
“Daripada mengancam nyawa mereka pakai TI selam lebin baik mereka gabungan buat PIP, ajukan SPK ke PT Timah, bekerja aman dan tenang,” ujarnya.
Terpisah, Salah satu warga setempat, Ri menyebutkan aktivitas penambangan timah secara ilegal dan terang-terangan itu sudah lama berlangsung di laut Sukadamai.
“Kalau ti selam itu bukan hanya sekarang ini, tapi sudah lama menambang di situ secara ilegal dan menantang,” kata Ri.
Menurut pria berperawakan kurus tinggi itu, aktivitas TI selam ilegal yang dilakukan terang-terangan itu tidak mungkin berani kalau tidak ada yang membekingi.
Tak hanya itu, ia juga menyebut hasil timah dari TI selam itu sudah ada koordinasi dan dibeli atau ditampung oleh cukong Timah.
“Ya jelas kalau itu. Mereka nambang (ilegal) nampak di depan mata. Tidak ada kata takut lagi. Tidak mungkin berani kalau tidak ada yang membekingi orang besar di belakang mereka (penambang). Infonya juga timah itu dijual oleh cukong di Toboali dan Pangkalpinang,” pungkasnya. (Red)