Satuarahnews. Com – Aktivitas penyeberangan kendaraan yang keluar dari Pulau Bangka melalui Pelabuhan Tanjung Kalian, Kabupaten Bangka Barat, pada arus balik Lebaran 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan tahun lalu.
Data operasional pelabuhan menunjukkan, pada 13 Maret 2026, jumlah kendaraan roda dua yang menyeberang tercatat 164 unit. Angka ini turun dibandingkan periode yang sama pada arus balik 2025 yang mencapai 284 unit.
Penurunan juga terlihat pada kendaraan roda empat yang tercatat sebanyak 321 unit, lebih sedikit dibandingkan 408 unit pada tahun sebelumnya. Sementara kendaraan besar seperti bus dan truk tercatat 35 unit, turun signifikan dari 82 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Memasuki 14 Maret 2026, tren penurunan kendaraan yang keluar dari Pulau Bangka masih berlanjut. Kendaraan roda dua tercatat 208 unit, turun dari 298 unit pada tahun sebelumnya. Kendaraan roda empat juga sedikit menurun dari 386 unit menjadi 319 unit, sedangkan kendaraan bus dan truk tercatat 35 unit, lebih rendah dibandingkan 78 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara pada 15 Maret 2026 jumlah kendaraan yang menyeberang masih berada di bawah angka tahun sebelumnya, meski aktivitas penyeberangan tetap berlangsung normal tanpa antrean panjang.
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Viktor T. Sihombing, saat melakukan peninjauan bersama Forkopimda mengatakan situasi arus balik di wilayah Bangka Belitung secara umum masih aman dan terkendali.
“Secara umum situasi arus balik masih aman dan terkendali. Kami terus memantau pergerakan kendaraan serta memastikan sistem keberangkatan dan kedatangan kapal berjalan optimal agar pelayanan kepada masyarakat tetap lancar,” ujar Viktor.
Ia menjelaskan, sempat terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan akibat satu kapal yang tidak dapat beroperasi. Namun kondisi tersebut masih dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan.
“Tadi memang ada satu kapal yang tidak beroperasi sehingga sempat terjadi penumpukan penumpang. Namun hal itu bisa segera diatasi dengan pengaturan jadwal kapal dan pengamanan oleh petugas di lapangan,” katanya.
Menurutnya, arus balik Lebaran di Bangka Belitung saat ini belum mencapai puncaknya. Karena itu, jajaran Forkopimda melakukan peninjauan langsung untuk mengevaluasi kondisi di lapangan.
“Peninjauan ini kami lakukan untuk memastikan seluruh skema pengamanan dan pengaturan arus kendaraan sudah berjalan baik, sehingga ketika puncak arus balik terjadi, semuanya dapat terlayani dengan baik,” ucapnya.
Pihak kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah juga menyiapkan pengamanan di sejumlah titik, termasuk area tunggu penumpang dan buffer zone yang digunakan untuk mengurai kepadatan kendaraan menuju pelabuhan.
Kapolda Bangka Belitung memperkirakan puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada 19 hingga 20 Maret mendatang. Seluruh personel dari Polda, Polres, TNI, serta instansi terkait telah disiagakan untuk mengamankan proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang di pelabuhan.(Red)