Cuaca Ekstrem, Nelayan Pangkalpinang Diimbau Tunda Melaut

 

PANGKALPINANG — Cuaca ekstrem disertai angin kencang masih melanda perairan Pangkalpinang dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memicu peningkatan tinggi gelombang dan dinilai membahayakan aktivitas pelayaran serta keselamatan nelayan. Menyikapi situasi tersebut, Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) Polresta Pangkalpinang mengimbau masyarakat pesisir untuk sementara menunda aktivitas melaut hingga kondisi cuaca kembali stabil.

Cuaca ekstrem yang terjadi ditandai dengan angin kencang dan gelombang tinggi yang berpotensi membahayakan nelayan maupun pengguna transportasi laut lainnya. Sat Polair Polresta Pangkalpinang meminta para nelayan lebih mengutamakan keselamatan dibanding memaksakan melaut di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Kasat Polair Polresta Pangkalpinang AKP Irwan mengatakan, dalam sepekan terakhir kondisi cuaca di wilayah perairan Pangkalpinang cukup ekstrem dan perlu diwaspadai oleh seluruh masyarakat pesisir.

“Dalam beberapa hari terakhir angin kencang dan gelombang tinggi masih terjadi di perairan Pangkalpinang. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan nelayan, sehingga kami mengimbau untuk sementara menunda aktivitas melaut sampai cuaca kembali aman,” ujar AKP Irwan.

Berdasarkan prakiraan BMKG, sepanjang Februari potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dengan ketinggian gelombang mencapai sekitar dua meter. Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan nelayan maupun pengguna jasa transportasi laut.

AKP Irwan menegaskan, apabila nelayan terpaksa melaut, diminta untuk melengkapi alat keselamatan diri seperti jaket pelampung, memastikan kondisi kapal laik laut, serta selalu memantau perkembangan prakiraan cuaca terbaru.

“Jika terpaksa melaut, gunakan selalu alat keselamatan seperti life jacket, pastikan kapal dalam kondisi baik, dan terus pantau informasi cuaca dari BMKG. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila terjadi keadaan darurat di laut agar dapat segera dilakukan upaya pertolongan.

“Apabila terjadi kondisi darurat atau hal yang tidak diinginkan di laut, segera hubungi Sat Polair atau unsur maritim terdekat supaya dapat segera dilakukan tindakan penyelamatan,” tambahnya.

Selain memberikan imbauan kepada nelayan, Sat Polair Polresta Pangkalpinang juga terus berkoordinasi dengan pihak kesyahbandaran guna memastikan keselamatan pelayaran. Koordinasi tersebut termasuk kemungkinan penundaan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) apabila kondisi cuaca dinilai tidak memungkinkan untuk berlayar.

Comments (0)
Add Comment