SATUARAHNEWS– Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah. Pada tahun 2026 ini pemerintah daerah menargetkan adanya peningkatan luas tanam tanaman pangan hingga ratusan hektare. Kebijakan tersebut optimis tercapai melalui program rehabilitasi lahan sawah yang mulai digulirkan tahun ini.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika bilang peningkatan luas tanam merupakan agenda berkelanjutan yang diharapkan terus terjadi setiap tahun. Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memaksimalkan potensi lahan pertanian yang ada. Caranya melalui perbaikan dan penataan kembali lahan sawah yang sebelumnya kurang produktif.
“Luas tanam pada tahun ini, khususnya tanaman pangan, kita harapkan setiap tahunnya ada penambahan. Tahun 2026 ini, insya Allah ada program rehabilitasi lahan sawah,” kata dia.
Dijelaskannya program rehabilitasi lahan sawah adalah program pemerintah untuk memperbaiki, memulihkan, dan mengoptimalkan fungsi lahan sawah. Terutama yang mengalami penurunan kualitas atau tidak produktif, agar kembali layak dan optimal digunakan untuk pertanian, khususnya tanaman pangan seperti padi. Tujuannya meningkatkan produktivitas pertanian yang sebelumnya kurang produktif dapat kembali menghasilkan panen yang optimal.
Selain itu, menambah luas tanam dengan memanfaatkan lahan tidur, sawah rusak, atau sawah yang tidak berfungsi maksimal. Memperbaiki sistem irigasi dan tata kelola air. Melalui rehabilitasi, lahan sawah akan ditata ulang sehingga memiliki sistem irigasi dan tata kelola air yang lebih baik, serta mendukung pengelolaan pertanian yang lebih efektif. Paling penting mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional, utamanya beras.
“Rehabilitasi dilakukan untuk menyempurnakan lahan, baik dari sisi irigasi, tata kelola air, maupun pengelolaannya,” urai Risvandika.
Menurutnya perbaikan infrastruktur dasar pertanian seperti saluran irigasi dan sistem drainase menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi lahan sawah. Dengan sistem pengairan yang memadai, petani diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam serta mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan atau kelebihan air. Peningkatan luas tanam ini tidak hanya berdampak pada naiknya produksi pangan daerah.
Tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan lahan yang lebih luas dan produktif, peluang peningkatan hasil panen dan pendapatan petani pun semakin besar. Seiring dengan pelaksanaan program tersebut, Pemkab Bangka Selatan menargetkan adanya peningkatan luas tambah tanam (LTT) yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pada tahun 2026 kami menargetkan penambahan luas tanam tanaman pangan berkisar antara 100 hingga 300 hektare dibandingkan tahun 2025,” sebutnya.
Upaya peningkatan luas tanam ini juga didukung oleh penambahan alokasi pupuk subsidi pada tahun 2026 sebesar 5-10 persen. Risvandika yakin ketersediaan pupuk subsidi menjadi faktor penting dalam menunjang produktivitas pertanian, khususnya bagi petani tanaman pangan. Dengan adanya tambahan alokasi pupuk subsidi, pemerintah berharap petani dapat lebih mudah memperoleh pupuk dengan harga terjangkau dan sesuai kebutuhan.
“Tentunya mampu menekan biaya produksi pertanian sekaligus mendorong petani untuk memanfaatkan lahan secara maksimal,” ucap Risvandika.