HIV Capai 83 Kasus, Dinkes Masifkan Edukasi di Lingkungan Sekolah

SATUARAHNEWS – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan sosialisasi dan penyuluhan penyakit Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) dengan menyasar kalangan remaja usia sekolah.

Langkah ini diambil menyusul masih tingginya jumlah kasus HIV di daerah itu. Tak tanggung-tanggung hingga Desember 2025 tercatat ada 83 kasus terjadi di wilayah itu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, Slamet Wahidin, mengatakan remaja menjadi target utama kegiatan edukasi. Karena mereka berada pada fase usia yang rentan terhadap pengaruh lingkungan dan pergaulan. Oleh karena itu, penyuluhan dan edukasi terus digencarkan pada kalangan anak-anak yang mulai beranjak dewasa.

“Tentunya ini merupakan upaya menyikapi fenomena pergaulan remaja usia sekolah yang saat ini semakin penuh tantangan,” kata dia di Toboali.

Perubahan pola pergaulan dan akses informasi yang begitu terbuka membuat remaja berpotensi terpapar perilaku berisiko. Apabila mereka tidak dibekali pengetahuan yang memadai. Karena itu, pemerintah daerah melalui DKPPKB berupaya hadir lebih awal dengan memberikan edukasi yang komprehensif. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup pemahaman dasar tentang HIV/AIDS, cara penularan, serta upaya pencegahan.

Selain itu, peserta juga diberikan gambaran mengenai risiko pergaulan bebas di kalangan remaja yang dinilai menjadi salah satu pintu masuk munculnya kasus HIV. Termasuk tentang perilaku berisiko dalam pergaulan remaja. Begitu pula dengan pandangan mengenai orientasi seksual yang dianggap menyimpang, seperti kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Semua disampaikan dalam konteks pencegahan dan edukasi.

“Tujuan utama kami adalah memberikan bekal edukasi dan pengetahuan, agar mereka terhindar dari pengaruh pergaulan bebas yang pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah penderita HIV/AIDS,” jelas Slamet Wahidin.

Diakuinya kasus HIV bisa diibaratkan seperti fenomena gunung es. Di mana yang terlihat dan tercatat hanya sebagian kecil, sementara di bawah permukaan masih ada potensi kasus yang belum terdeteksi. Kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini, khususnya di kalangan remaja. Pasalnya, remaja berada pada fase usia yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan dan pergaulan.

Tingginya kasus HIV di Bangka Selatan bukan hanya persoalan kesehatan semata, tetapi juga ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Remaja, merupakan generasi perubahan yang akan menentukan arah pembangunan daerah ke depan. Hingga saat ini HIV belum dapat disembuhkan. (Red)

Comments (0)
Add Comment