TOBOALI – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) terus berupaya menggenjot investasi di daerah itu, Jumat (02/1/2024).
Salah satunya melalui program ngobrol perihal perizinan (Ngopi) plus berupa layanan konsultasi dan pengaduan yang hadir langsung di tengah-tengah masyarakat.
Plt Kepala DPMPTSP Basel Kartika sari menyebutkan, bahwa inovasi ini merupakan upaya yang cukup efektif untuk
mempermudah masyarakat dalam membuat atau melegalkan usahanya melalui Online Single Submission (OSS).
” Fokus kami bagaimana menggenjot inovasi tersebut, saya optimis jika program ini terus digalakkan. Maka target investasi tahun ini yang masuk di Basel lebih meningkat dari tahun sebelumnya,” kata Kartika.
Selain itu, apabila masyarakat bingung dalam mengakses usahanya di Online Single Submission (OSS). Pihaknya akan menurunkan petugas membantu masyarakat yang kesulitan mengurus perizinan.
” Ada pegawai kami yang kompeten di bidangnya siap membantu masyarakat, untuk mengurus perizinan melalui aplikasi OSS. Jadi masyarakat tidak perlu repot – repot lagi datang ke kantor DPMPTSP untuk mengurus perizinan,” sebutnya.
Kartika menjelaskan, sepanjang tahun 2023 DPMPTSP telah mengeluarkan sebayak 3.205 NIB. NIB ini dikeluarkan hasil dari program Aik Bakung edisi ke 17 dan giat jemput bola yang menyasar setiap Kecamatan.
Adapun NIB yang dikeluarkan itu di dominasi oleh lima perusahaan diantaranya sektor perkebunan kelapa sawit sebanyak 347, kemudian pedagang eceran 318, kedai makanan 276, industri kerupuk dan sejenisnya 272, serta industri kue basah 150 NIB.
” Sehingga berdampak terhadap kenaikan total investasi senilai Rp 3.146.938.636.537 triliun,” terangnya. (Dika)