Empat Orang Meninggal di Bangka Selatan Karena DBD

 

SatuArahNews, Toboali- Dinas Kesehatan mencatat dari Januari sampai September 2022, ada 84 kasus Demam Berdarah Dengue ( DBD) yang terjadi di wilayah Kabupaten Bangka Selatan, Jumat (14/10/2022). pagi

Kepala Bidang Pencegahan dan Penangulangan Penyakit Bangka Selatan Slamet mengatakan dari 84 kasus DBD yang terjadi , empat orang dinyatakan meninggal dunia.

” Paling banyak itu di wilayah Toboali ada 40 kasus DBD, dan yang meninggal dunia 2 orang dewasa di daerah Toboali, kemudian 1 orang anak di Desa Airgegas dan 1 anak di Desa Tiram,” katanya.

Dia menambahkan, pada Tahun 2022 ini jumlah kasus yang terjangkit DBD di Kabupaten Bangka Selatan mengalami penurunan, jika dibandingkan Tahun 2021 lalu. Hanya saja angka kematian akibat DBD di tahun ini lebih tinggi dari pada tahun sebelumnya.

Guna mengantispasi DBD, dirinya meminta masyarakat setempat untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) saat musim pancaroba seperti sekarang ini.

” Musim hujan menjadi faktor meningkatnya kasus DBD, oleh karena itu saya menekankan gerakan masyarakat atau keluarga untuk memantau jentik-jentik nyamuk di dalam bak kamar mandi maupun tempat penampungan air lainya. Jika ditemukan jentik nyamuk segera dikuras atau berikan larvasida seperti labarte,” katanya. ( Dika)

Comments (0)
Add Comment