Lugas dan Berimbang

- Advertisement -

Dua Belas Desa di Kabupaten Basel Bakal Terima Bantuan Pupuk dan Bibit Sawit

0 281

 

SATUARAHNEWS, BANGKA SELATAN — Sebanyak 12 desa di Kabupaten Bangka Selatan bakal menerima bantuan bibit kelapa sawit dan pupuk dari Pemkab Basel.

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, mengatakan 12 Desa yang nantinya akan mendapatkan bibit kelapa sawit dan pupuk gratis diharapkan dapat memperbaiki perekonomian dari Desa.

“Jadi kami serahkan ke Desa setempat, dan Desa juga sudah sepakat serta telah didata yaitu 12 Desa yang bakal menerima bibit kelapa sawit dan pupuk gratis tersebut,” kata dia. Kamis, (18/11/2021).

Ia juga menambahkan, untuk pemanfaatannya adalah untuk masyarakat yang susah, makanya akan diserahkan ke desa tersebut tapi bukan untuk Desa.

“Desa hanya untuk mengelola saja, sehingga untuk pemantauannya biar lebih gampang,” jelasnya.

Menurut dia, jika pengelolaan ke masyarakat akan mengalami sedikit kesulitan untuk pemantauan tanam tumbuhnya.

“Tapi kalau ke pihak Desa yang mengelolah, sudah jelas Dinas terkait akan saya suruh kawal ketat, dari awal pembibitan sampai dia panen,” sebutnya.

Ia menuturkan konsep penyerahan bibit dan pupuk gratis ini dinilai akan membangun desa dan juga mempengaruhi terhadap pembangunan daerah.

“Karena konsep membangun dari Desa itu akan saya laksanakan lewat bantuan bibit sawit,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, kalau prosesnya dibagikan perorangan itu sama saja akan menyulitkan masyarakat petani.

“Makanya dengan kita bagikan ke desa, tanggung jawabnya lebih besar, auditnya jelas, programnya jelas dan pastinya semuanya akan tersentuh,” tukas dia.

“Tapi kalau ke pihak Desa yang mengelolah, sudah jelas Dinas terkait akan saya suruh kawal ketat, dari awal pembibitan sampai dia panen,” sebutnya.

Ia menuturkan konsep penyerahan bibit dan pupuk gratis ini dinilai akan membangun desa dan juga mempengaruhi terhadap pembangunan daerah.

“Karena konsep membangun dari Desa itu akan saya laksanakan lewat bantuan bibit sawit,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, kalau prosesnya dibagikan perorangan itu sama saja akan menyulitkan masyarakat petani.

“Makanya dengan kita bagikan ke desa, tanggung jawabnya lebih besar, auditnya jelas, programnya jelas dan pastinya semuanya akan tersentuh,” tukas dia. (Red1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.