Lugas dan Berimbang

Perdana, Wali Kota Pangkalpinang Lepas Ekspor 1 Ton Getas Cap Tani

0 224

PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil melepas Ekspor Perdana Getas Super Cap Tani Alim Snack, pada Senin, (28/12/2020) di Kelurahan Pasar Padi, Kecamatan Girimaya Kota Pangkalpinang.

Getas Tani Alim Snack merupakan Industri Kecil Menengah (IKM) binaan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Pangkalpinang, yang akan mengekspor 3 ton getas ke negara Singapura.

Namun karena ketersediaan bahan baku, IKM Getas Super Tani Alim Snack mengekpor 1 ton terlebih dahulu.

“Ini suatu prestasi yang jarang diadakan, ini suatu kebanggaan untuk Kota Pangkalpinang,” kata Molen sapaan akrbanya.

Molen menyebutkan, saat perekonomian mengalami perununan pada masa pandemi Covid-19, justru IKM Getas Cap Tani mengekpor getas ke Singapura.

“Kalau pelaku usaha seperti ini kita bantu, kita dukung. Saya memberikan penghargaan yang luar biasa, ini produk kebanggan dan pertama kalinya getas Kota Pangkalpinang diekspor,” ucap Molen dengan rasa bangga.

Ia menuturkan, hal ini merupakan cita-cita Dirinya sebelum menjadi Wali Kota Pangkalpinang untuk mengekspor produk asli milik daerah ke tingkat Nasional dan Internasional.

“Selama ini saya kita cita-citakan untuk Kota Pangkalpinang, karena ini alasan saya pelabuhan harus jadi, apabila pelabuhan kita jadi kita ekspor langsung melalui pelabuhan kita. Ini sangat diuntungkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Pangkalpinang,
Donald Tampubolon, getas Cap Tani akan di ekspor perdana dengan permintaan 3 ton getas, dengan tujuan negara Singapura.

“Sebelumnya getas yang di ekspor tidak langsung dari Kota Pangkalpinang, namun dari pihak lain. Tapi hari ini kita mengekspor produk asli kite ke tingkat Internasional,” ujar Dolald.

Donald menyebutkan, bberapa IKM binaan Disperindag Kota Pangkalpinang sudah mengarah ke ekspor dan beberapa juga sedang mengajukan perizinan.

“ Ada beberapa IKM yang mengajukan untuk mengekspor produk mereka, namun masih terkendala beberapa berkas yang harus dipenuhi untuk ekspor, karena untuk wilayah Asia minimal mengantongi SKP grade C,” katanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.