Lugas dan Berimbang

Rintisan Sekolah Alam Langit Biru BFS Ajak Sahabat Alam Semarakan HUT RI

0 498

 

Satuarahnews.com, Mendo Barat – Rintisan Sekolah Alam “Langit Biru” binaan Bangka Flora Society (BFS) menyelenggarakan kegiatan semarak kemerdekaan RI ke – 74 Bersama Sahabat Alam.

Kegiatan tersebut berupa aneka perlombaan tradisional serta sosialisasi pengurangan penggunaan sampah plastik yang diselenggarakan pada hari Minggu (08/09/2019) bertempat di Kebun Pendidikan (Education Garden) BFS, Desa Petaling, Kecamatan Mendo Barat Bangka.

Dian Rossana selaku ketua BFS menyampaikan bahwa Bangka Flora Society dalam setiap kegiatannya akan terus menyelipkan nilai edukasi lingkungan.

” Seperti pada kegiatan ini, perlombaan yang dilakukan semuanya bernuasa alam. Peralatan lomba semuanya dari bahan yang tersedia di sekitar lokasi kegiatan, ada biji karet, buah sawit serta batang bambu. Kami juga mengkampanyekan penggunaan tumbler atau tempat air minum kepada peserta sebagai bentuk upaya pengurangan sampah plastik” ungkap Dian.

Sementara itu Kades Petaling Ahmad Supandi menyambut baik kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada BFS atas keberadaan kebun pendidikannya di Desa Petaling yang merupakan salah satu pusat pengemblengan kader-kader muda yang nantinya akan menjaga bumi,” ujarnya.

Ia juga mengatakan jika Kebun tersebut menambah khazanah tempat pendidikan di desanya dan tidak menutup kemungkinan pada kesempatan mendatang pihak desa akan mengadakan kegiatan maupun pertemuan di kebun pendidikan karena aura edukasinya sangat terasa.

“BFS dengan sekolah alamnya cermat mengemas pendidikan lingkungan yang digelorakan melalui perayaan HUT Kemerdekaan RI,” sebut Kades.

Kegiatan Semarak Kemerdekaan juga mempertandingkan berbagai lomba tradisional. Menurut Ketua Panitia Mahyudi Darusman yang didampingi Sekretaris Shinta Amanda, peserta lomba dibagi menjadi 3 kategori yakni pelajar SD, pelajar SMP/MTS serta umum.

“Jumlah peserta lomba lebih dari 150 orang yang mengikuti berbagai lomba, diantaranya lomba memasukkan bambu, bocah warior, lomba foto di FB, penjara sarung, lempar biji karet, lomba metet, Enggrang batok kelapa, makan kerupuk serta lintas bom. Setiap peserta diwajibkan menyampaikan pantun tentang pelestarian lingkungan sebagai syarat pendaftaran dan 3 pantun terbaik mendapat door prize menarik,” tutur Mahyudi.

Selain Mahyudi, Shinta selaku sekretaris menambahkan kalau antusias peserta kegiatan “Semarak Kemerdekaan” sangat luar biasa serta diharapkan bisa menumbuhkan semangat cinta tanah air serta peduli terhadap alam dan lingkungan.

” Kegiatan ini bukan sekedar perlombaan yang bertujuan agar anak muda mengetahui jenis-jenis permainan tradisional saja, namun kita juga memberikan edukasi kepada adik-adik untuk menjaga alam dari hal-hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarang, mengurangi pemakaian kantong kresek dan membiasakan membawa botol minuman. Kami berharap kegiatan ini bisa diselenggarakan lagi pada tahun-tahun mendatang karena bisa menumbuhkan semangat cinta tanah air dan peduli lingkungan,” ujar Shinta.

Sawal, salah seorang peserta dari SDN 2 Mendo Barat mengaku senang mengikuti berbagai lomba yang diadakan.

” Senang mengikuti lomba-lomba ini. Saya mendapat banyak kawan baru dari sekolah lain serta hadiah yang didapatkan juga menarik. Kami juga diajarkan agar tidak membuang sampah sembarang serta membawa botol minuman dari rumah,” tukas Syawal.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Ketua Ketua Komunitas Salam Upang Hormen, Pembina Rintisan Sekolah Alam Langit Biru Fahmi Andika dan Yuli Tulistianto serta lebih dari 150 sahabat alam yang berasal dari berbagai desa di Mendo Barat. (Rilis/M1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.